Rudal Balistik Iran Tembus Iron Dome Israel, 10 Tewas, 11 Hilang dan 500 Luka-Luka
“Tempat perlindungan dan ruang aman tetap memberikan perlindungan yang menyelamatkan nyawa, kecuali jika terkena serangan langsung,” tegasnya.
Sekitar 30 ambulans dari Magen David Adom dikerahkan ke Beit Shemesh untuk mengevakuasi korban. Sementara itu, militer Israel mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, tenaga medis tambahan, serta helikopter evakuasi ke lokasi terdampak.
Pusat Medis Universitas Hadassah Medical Center menerima puluhan korban luka. Sebanyak 18 orang, termasuk tiga anak, dirawat di kampus Ein Kerem, Yerusalem, sementara 17 lainnya, termasuk empat anak, dibawa ke kampus Gunung Scopus.
IDF menyatakan sistem peringatan dini telah berfungsi sesuai prosedur dan diaktifkan di wilayah terdampak. Namun investigasi tetap dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana rudal bisa menembus sistem pertahanan.
Serangan meningkat drastis setelah Iran mengumumkan kematian pemimpin tertingginya, Ali Khamenei. Republik Islam mengakui kematian tersebut pada Minggu dini hari, beberapa jam setelah laporan awal menyebut ia tewas akibat serangan udara besar sehari sebelumnya.
Volume dan kecepatan serangan rudal pada Minggu pagi disebut lebih intens dibandingkan hari sebelumnya. Jika pada Sabtu sekitar 150 rudal ditembakkan sepanjang hari, maka pada Minggu salvo yang dilepaskan berlangsung lebih cepat dan padat, menyerupai gelombang serangan besar pada Juni 2025 yang pernah melibatkan hingga 200 rudal balistik.
Secara keseluruhan, Iran dilaporkan memiliki sekitar 2.500 rudal balistik dalam persenjataannya sebelum konflik terbaru ini meningkat.
Pengamat militer menilai penembusan Iron Dome menunjukkan potensi perubahan taktik atau peningkatan kemampuan rudal Iran, baik dari sisi kecepatan, akurasi, maupun jumlah simultan yang diluncurkan.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran internasional terkait potensi konflik regional yang lebih luas, mengingat Israel dan Iran sebelumnya telah terlibat dalam serangan tidak langsung melalui berbagai front di Timur Tengah.
Hingga kini, otoritas Israel masih menghitung total kerusakan dan memastikan jumlah korban secara resmi.
Editor : Purnawarman