3 Nama Sekda NTB Pilihan Gubernur Iqbal, DPRD Minta Fokus pada Meritokrasi
LOMBOK, iNewsLombok.id - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Akhdiansyah, memberikan sorotan terhadap tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB yang diajukan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Dia menilai ketiganya harus mampu menerjemahkan dan menjalankan visi gubernur, khususnya terkait penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan.
Tiga nama yang diusulkan sebagai calon Sekda NTB tersebut, yaitu Abul Chair, Ahmad Syaufi dan Akhsanul Khalik. Menurut Alhdiansyah, ketiganya merupakan figur terbaik yang dipilih langsung oleh gubernur dan diyakini mampu menjalankan roda birokrasi secara profesional.
"Siapa saja kalau saya, yang penting bisa menjalankan visi beliau tentang meritrokasi itu. Saya tidak menyoal asal, itu pillihan yang terbaik," kata mantan aktivis yang akrab disapa Guru Toi ini, Senin (12/1/2025).
Dia menekankan bahwa jabatan Sekda memiliki peran strategis sebagai pemimpin tertinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah.
Oleh karena itu, sosok Sekda dinilai harus memiliki loyalitas penuh kepada gubernur sebagai kepala daerah, sekaligus tetap menjunjung tinggi profesionalisme.
"Sekda adalah pemimpin tertinggi di birokrasi, maka seyogyanya sifatnya memberikan kerja kerja loyal ke gubernur, profesional, ketiga paham tentang kondisi antropologi sosial, politik ntb, dia harus paham dan tiga prasyaratan menjadi penting jadi sekda plihan gubernur," ucapnya.
Dia menilai, pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya dan politik lokal NTB menjadi faktor krusial dalam mendukung efektivitas kebijakan gubernur.
Sekda tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai penghubung strategis antara kepala daerah dan seluruh perangkat organisasi pemerintahan.
Lebih lanjut, Akhdiansyah kembali menegaskan bahwa tiga nama calon Sekda NTB tersebut merupakan hasil pertimbangan matang Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
"Itulah pilihan terbaik dari dari tiga nama tersebut. Dia adalah pembantu langsung. Loyalitas, profesional dan mengerti daerah itu menjadi penting," tegasnya.
Sebagai informasi, proses pengisian jabatan Sekda NTB merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang tengah didorong Pemerintah Provinsi NTB.
Sistem meritokrasi yang ditekankan gubernur bertujuan memastikan jabatan strategis diisi oleh figur yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, bukan semata berdasarkan kedekatan politik atau latar belakang tertentu.
Penetapan Sekda NTB ke depan diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas OPD, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat realisasi program prioritas pembangunan daerah.
Editor : Purnawarman