LOMBOK, iNewsLombok.id - Perdebatan mengenai kebutuhan anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencuat.
Mantan Sekretaris Umum KONI NTB, M. Nur Haedin akrab disapa Edo, mengungkapkan bahwa dalam pembahasan bersama KONI Pusat pada Mei 2026, mantan Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, memperkirakan kebutuhan anggaran persiapan dan penyelenggaraan PON di NTB sekitar Rp330 miliar.
"Pak Mori selaku Ketua Umum KONI NTB bersama saya selaku Sekretaris Umum KONI NTB sewaktu pembahasan dengan KONI Pusat bulan Mei 2026. Pak Mori menyampaikan perhitungan anggaran untuk persiapan PON XXII tahun 2028, pak Mori menyampaikan kebutuhan anggaran penyelenggaraan PON di NTB telah dihitung secara matang dan diperkirakan cukup dengan Rp330 miliar," ungkapnya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Edo, angka tersebut dinilai tidak akan terlalu membebani pemerintah daerah apabila sumber pembiayaan disusun dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sponsor.
"Sehingga beban daerah tuan rumah tidak berat. Kebutuhan itu bisa ringan kalau tuan rumah bisa mengupayakan secara profesional kerja sama dengan sponsorship," ungkapnya.
Soroti Angka Rp1 Triliun
Edo mengaku terkejut dengan munculnya informasi mengenai kebutuhan anggaran PON 2028 yang mencapai sekitar Rp1 triliun untuk NTB.
"Kami juga kaget muncul info di media yg disampaikan Waketum I KONI Pusat pak Suwarno, kebutuhan Rp1 triliun untuk PON mesti disiapkan tuan rumah NTB. Kami tidak tahu bagaimana KONI Pusat menghitung sehingga bengkak sampai Rp1 triliun. Kasian NTB dong, berat sekali dengan dana 1T," tegasnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
