Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Pada 2003, Suahasil memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi.
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999. Enam tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Ekonomi.
Di FEB UI, Suahasil pernah menduduki sejumlah posisi penting. Di antaranya Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.
Selain aktif di dunia akademik, Suahasil mulai terlibat dalam perumusan kebijakan pemerintah. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011.
Suahasil juga memiliki pengalaman di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada periode 2009-2015.
Pada 2010-2015, Suahasil menjadi Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden RI. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013-2014.
Karier di Kementerian Keuangan
Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin menonjol ketika ia ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mulai 6 Februari 2015.
Pada 31 Oktober 2016, Suahasil dilantik sebagai Kepala BKF secara definitif. Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya di Kementerian Keuangan.
Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.
Suahasil kembali dipercaya menduduki posisi Wamenkeu dalam Kabinet Merah Putih dan dilantik pada 21 Oktober 2024. Dalam posisi tersebut, ia membantu Menteri Keuangan menjalankan tugas Kementerian Keuangan.
Pengalaman panjang tersebut membuat Suahasil bukan sosok baru dalam pengelolaan fiskal, APBN, kebijakan penerimaan negara, maupun hubungan fiskal pusat dan daerah.
Suahasil dan Tantangan Fiskal 2026
Menjelang dilantik menjadi Menteri Keuangan, Suahasil masih aktif menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah terkait perekonomian dan APBN.
Pada Agustus 2026, misalnya, Suahasil menyampaikan strategi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Ia menyebut optimisme tersebut ditopang oleh kondisi pemulihan ekonomi nasional yang dinilai semakin solid.
Dalam laporan Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat 5,45 persen. Pemerintah berharap kinerja ekonomi terus menguat pada semester berikutnya melalui dukungan sektor industri, ekspor, dan belanja negara.
Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal. Dalam pembahasan kebijakan anggaran pada Mei 2026, ia menyampaikan komitmen pemerintah mempertahankan defisit APBN secara prudent di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, ia turut menyoroti peran APBN dalam menjaga stabilitas harga energi. Pada akhir Agustus 2026, Suahasil mengatakan subsidi energi perlu semakin tepat sasaran agar kebijakan pemerintah dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kini, setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menghadapi tanggung jawab yang lebih besar untuk mengawal kebijakan fiskal, menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja negara, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah.
Pengalaman sebagai akademisi, Kepala BKF, dan Wakil Menteri Keuangan menjadi bekal Suahasil untuk memimpin Kementerian Keuangan pada sisa masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
