PFI Pusat Perkuat Koordinasi SAR Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau

Purnawarman
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain di dalam speedboat. Mereka adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang masih dalam pencarian.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan keselamatan seluruh jurnalis dan kru kapal menjadi prioritas organisasi.

"Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini. Kami mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik serta tingginya ombak. Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun," ujar Dwi Pambudo.

Operasi pencarian hari pertama melibatkan sejumlah unsur, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, pemerintah daerah, Babinsa, Balawista, nelayan, serta masyarakat.

Basarnas juga mengerahkan KN SAR Tetuka, Rigid Inflatable Boat (RIB), drone termal dan sejumlah peralatan pendukung pencarian di laut. Penyisiran awal dilakukan antara lain di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Pada pencarian hari pertama, RIB menyisir perairan dengan radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada Selasa malam, kedelapan orang tersebut belum ditemukan. Tim SAR kemudian menjadwalkan pencarian lanjutan pada Rabu (9/9/2026) dengan memperluas area berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya.

Kondisi perairan dan aktivitas vulkanik menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR. Selain gelombang dan jarak pandang, abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam operasi pencarian.

Gunung Anak Krakatau sendiri masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun pihak lain untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

Episode erupsi menerus Anak Krakatau yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Meski demikian, aktivitas vulkanik masih dipantau karena gunung tersebut tetap menunjukkan erupsi berkala dan tingkat kegempaan masih menjadi perhatian.

PFI Pusat mengingatkan seluruh pewarta foto dan kru media yang masih menjalankan tugas jurnalistik di sekitar wilayah terdampak erupsi agar mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan PVMBG.

PFI juga meminta seluruh anggotanya tetap tenang, menyaring informasi yang beredar, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar tidak menambah kekhawatiran keluarga para jurnalis yang masih dalam pencarian.

Organisasi tersebut berharap seluruh anggota PFI dan kru kapal yang berada dalam speedboat dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network