BNPB Fokus SAR, Kesehatan, dan Logistik
Memasuki hari keenam pascagempa, pemerintah bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait masih memprioritaskan operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.
"Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar," tulis keterangan BNPB.
Untuk memperkuat koordinasi, pemerintah pusat membentuk Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere sebagai pusat kendali penanganan darurat di wilayah terdampak.
Longsor Ditangani, Jalur Trans Flores Kembali Normal
Basarnas terus mengoordinasikan pencarian korban yang masih belum ditemukan, terutama di wilayah yang sempat terisolasi akibat longsor dan kerusakan jalan.
BNPB melaporkan perkembangan pemulihan akses sebagai berikut:
40 titik longsoran telah ditangani.
4 titik patahan jalan berhasil diperbaiki.
5 titik jembatan dan pelitur tetap dapat difungsikan untuk mobilitas darurat.
Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di sejumlah daerah terdampak guna mempercepat layanan medis, rujukan pasien, serta pengendalian situasi kesehatan di pengungsian.
"Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) dari Kementerian Kesehatan telah aktif di sejumlah wilayah terdampak," tulis keterangan tersebut.
Listrik, Komunikasi, dan BBM Berangsur Pulih
Pemulihan infrastruktur vital menunjukkan perkembangan positif. PLN memastikan jaringan listrik di seluruh sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali beroperasi.
Sebanyak delapan ruas Jalur Trans Flores dari Labuan Bajo–Ende–Maumere kini dapat dilalui secara normal, termasuk ruas Ruteng–Reo–Kedindi yang sebelumnya sempat terputus.
Di bidang telekomunikasi, pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan komunikasi untuk mendukung operasional posko darurat, fasilitas kesehatan, layanan pemerintahan, hingga koordinasi tim penyelamat di lapangan.
Sementara itu, Pertamina memastikan sebagian besar SPBU di Pulau Flores telah kembali melayani masyarakat. Perusahaan juga menyalurkan 2,5 ton BBM serta 1 ton solar untuk mendukung operasi darurat di Kabupaten Manggarai.
PLN turut melaporkan bahwa 100 persen penyulang, 11 trafo gardu induk, 59 penyulang, dan 3.478 gardu distribusi telah kembali menyala.
Bantuan Udara Terus Berdatangan
Distribusi bantuan logistik terus dipercepat melalui jalur udara. Pada 19 Agustus 2026, BNPB mengirimkan bantuan menuju Labuan Bajo dan Maumere menggunakan sejumlah pesawat untuk memastikan kebutuhan pengungsi segera terpenuhi.
Selain transportasi udara, BNPB juga mengerahkan armada darat guna mempercepat mobilisasi personel, peralatan, obat-obatan, tenda, makanan siap saji, serta logistik lainnya ke wilayah yang masih sulit dijangkau.
Data Penting Gempa Nagekeo (Update BNPB 20 Agustus 2026)
Magnitudo: 7,7
Meninggal dunia: 72 orang
Luka-luka: 900 orang
Pengungsi: 82.691 orang
KK terdampak: 18.019 KK
Rumah rusak: 29.001 unit
Sekolah terdampak: 804
Fasilitas kesehatan: 237
Rumah ibadah: 195
Jembatan terdampak: 16
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, masa tanggap darurat menjadi fase penting untuk penyelamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan layanan vital sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah menyatakan operasi kemanusiaan di Flores masih terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak dapat dipulihkan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
