Hari Ketiga Gempa NTT M7,7: 300 KK Warga Ende Butuh Selimut dan Tenda

Purnawarman
Warga Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, bertahan di luar rumah pada hari ketiga pascagempa M7,7 Flores sambil menunggu bantuan tenda, selimut, dan logistik darurat. (Foto: Tangkapan Layar)

Meski kebutuhan pangan masih tersedia, warga mulai dihantui kekhawatiran apabila gempa susulan terus terjadi dan distribusi bantuan belum juga tiba.

“Alhamdulillah, masih cukup untuk 2–3 hari ke depan. Penerangan aman. Kami khawatir kalau gempa susulan terus terjadi dengan persediaan yang terbatas begini akan menyebabkan kami kekurangan bahan makanan. Kalau listrik dan air bersih, alhamdulillah masih aman,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa di kota ende sendiri masih terpantau aman. Namun sekitar lima kilometer kearah barat banyak bertumpuk material akibat longsor setelah gempa.

"Alhamdulillah, saya dalam kota Ende terpantau masih aman. Namun, 5 km ke arah Barat sudah ada rongsokan materiil tanah longsor," ungkapnya.

"Kemudian, 17 km ke arah arah timur sdah terjadi tanah longsor tepatnya di KM 17 kab. Ende, Jalur jalan Nasional Trans-Flores,"terangnya.

Prioritas Kebutuhan Darurat

Berdasarkan keterangan warga, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:

Tenda darurat untuk tempat berlindung.

Selimut karena suhu malam cukup dingin.

Cadangan bahan makanan apabila masa tanggap darurat berlangsung lebih lama.

Hingga hari ketiga pascabencana, warga masih bertahan di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan, sembari menunggu bantuan kemanusiaan tiba di wilayah mereka.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network