ENDE, iNewsLombok.id – Memasuki hari ketiga pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar 200 hingga 300 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, mengaku belum menerima bantuan darurat dari pemerintah.
Warga saat ini lebih membutuhkan tenda dan selimut untuk menghadapi cuaca dingin pada malam hari. Sementara itu, persediaan bahan makanan diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan selama dua hingga tiga hari ke depan.
Salah seorang warga Kelurahan Paupanda, Zulkasim Ahmad, mengatakan hingga Senin (17/8/2026), belum ada bantuan yang masuk ke wilayahnya.
“Alhamdulillah baik-baik. Belum ada bantuan (pemerintah). Kami butuh tenda dan selimut saja, malam hari tidur di luar dingin sekali dan sudah masuk hari ketiga,” ungkapnya.
Menurut Zulkasim, jumlah warga terdampak di lingkungan tempat tinggalnya mencapai ratusan kepala keluarga.
“Kami di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Provinsi NTT diperkirakan 200–300-an KK,” ungkapnya.
Meski kebutuhan pangan masih tersedia, warga mulai dihantui kekhawatiran apabila gempa susulan terus terjadi dan distribusi bantuan belum juga tiba.
“Alhamdulillah, masih cukup untuk 2–3 hari ke depan. Penerangan aman. Kami khawatir kalau gempa susulan terus terjadi dengan persediaan yang terbatas begini akan menyebabkan kami kekurangan bahan makanan. Kalau listrik dan air bersih, alhamdulillah masih aman,” ungkapnya.
Ia mengaku bahwa di kota ende sendiri masih terpantau aman. Namun sekitar lima kilometer kearah barat banyak bertumpuk material akibat longsor setelah gempa.
"Alhamdulillah, saya dalam kota Ende terpantau masih aman. Namun, 5 km ke arah Barat sudah ada rongsokan materiil tanah longsor," ungkapnya.
"Kemudian, 17 km ke arah arah timur sdah terjadi tanah longsor tepatnya di KM 17 kab. Ende, Jalur jalan Nasional Trans-Flores,"terangnya.
Prioritas Kebutuhan Darurat
Berdasarkan keterangan warga, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:
Tenda darurat untuk tempat berlindung.
Selimut karena suhu malam cukup dingin.
Cadangan bahan makanan apabila masa tanggap darurat berlangsung lebih lama.
Hingga hari ketiga pascabencana, warga masih bertahan di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan, sembari menunggu bantuan kemanusiaan tiba di wilayah mereka.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
