LOMBOK, iNewsLombok.id - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda ditutup naik 128 poin atau sekitar 0,71 persen ke posisi Rp17.860 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal, terutama perkembangan geopolitik antara AS dan Iran yang mulai memberikan harapan terhadap stabilitas pasar global.
Menurut Ibrahim, salah satu pemicu sentimen positif berasal dari keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana serangan pada Kamis sebelumnya.
Ia menjelaskan, pembicaraan dengan Iran disebut mengalami perkembangan dan peluang tercapainya kesepakatan damai yang dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz semakin besar.
"Diskusi dengan Iran mengalami kemajuan dan kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, meskipun Teheran mengatakan belum membuat keputusan akhir," ujar Ibrahim dalam risetnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
