Pemprov NTB Janjikan Jadwal Pertemuan dengan Gubernur
Untuk meredam situasi, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB akhirnya menemui massa. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat, di antaranya Asisten I Setda NTB serta perwakilan dari Dinas PUPR.
Asisten III Setda NTB, Eva Dewiyani, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan pertemuan antara mahasiswa dengan Gubernur NTB dalam waktu dekat.
“Saya usahakan jadwalkan Senin,” ujarnya.
Empat Tuntutan Mahasiswa Soromandi
Dalam aksi tersebut, mahasiswa HIMSI membawa empat tuntutan utama terkait kondisi jalan rusak di Soromandi, yakni:
Mendesak penetapan status darurat infrastruktur jalan sepanjang 17–18 km di Soromandi dan memasukkannya sebagai prioritas dalam APBD Perubahan 2026.
Menuntut perbaikan fisik jalan dimulai maksimal tiga bulan tanpa proses berlarut seperti survei atau kajian.
Meminta transparansi data kerusakan jalan dan anggaran, termasuk perbedaan data panjang jalan rusak.
Mendesak evaluasi kinerja pemerintah serta pencopotan pejabat yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan.
Infrastruktur NTB Masih Jadi Sorotan
Berdasarkan data Dinas PUPR NTB (2025), total panjang jalan provinsi di NTB mencapai sekitar 1.700 km, dengan sebagian masih dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Wilayah seperti Bima dan Dompu menjadi salah satu titik dengan tingkat kerusakan signifikan akibat faktor cuaca, beban kendaraan, dan minimnya pemeliharaan berkala.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung daerah.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
