Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB mendorong Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk lebih aktif berperan sebagai motor penggerak pembenahan transportasi.
Organda Diminta Lebih Aktif dan Inovatif
Abul Chair menekankan bahwa Organda tidak boleh sekadar menjadi organisasi formal, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata di lapangan.
Di tengah perkembangan teknologi, ia juga mengajak para pelaku usaha transportasi untuk beradaptasi dengan sistem digital, termasuk pemanfaatan aplikasi dan sistem manajemen armada modern.
Masalah Regulasi dan Pajak Jadi Sorotan
Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum, menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari belum adanya regulasi kendaraan modifikasi seperti odong-odong hingga tingginya beban pajak kendaraan.
"Kami berharap pemerintah segera membuat payung hukum untuk odong-odong. Jangan sampai masalahnya berlarut-larut seperti transportasi online (Grab/Gojek) di masa lalu," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kenaikan pajak opsen dari 9 persen menjadi 12 persen berdampak signifikan terhadap minat pembelian kendaraan di NTB.
Data lapangan menunjukkan, selisih harga kendaraan di NTB dibanding daerah lain bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp70 juta, sehingga banyak masyarakat memilih membeli kendaraan di luar daerah. Hal ini berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengawasan Transportasi Diperkuat Teknologi
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub NTB, Khaerus Sobri, menjelaskan berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan bersama Organda.
Beberapa program strategis yang sudah berjalan antara lain:
Sinkronisasi data armada transportasi
Pengawasan angkutan saat mudik melalui ramp check
Penertiban operasional angkutan liar
Ke depan, seluruh armada akan dilengkapi stiker trayek berbasis barcode dan Kartu Pengawasan Elektronik (KPE).
"Stiker ini akan memuat barcode yang jika dipindai akan menampilkan seluruh karakteristik kendaraan, status perizinan, hingga hasil uji KIR," jelas Sobri.
Langkah ini menjadi bagian dari konsep “NTB Connected”, yang bertujuan mengintegrasikan konektivitas antarwilayah, terutama menuju destinasi wisata unggulan.
Dukung NTB sebagai Destinasi Wisata Dunia
Pembenahan transportasi dinilai sangat penting untuk mendukung target NTB sebagai destinasi wisata global. Tanpa sistem transportasi yang baik, akses menuju kawasan wisata seperti Mandalika, Sumbawa, hingga desa wisata akan terhambat.
Sektor pariwisata NTB menyumbang lebih dari 30% pergerakan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga konektivitas menjadi faktor krusial.
Dishub NTB pun berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan pengurus Organda terpilih guna merumuskan strategi jangka panjang.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
