Sehari Sebelumnya, Bima Lebih Dulu Terdampak
Sementara itu, sehari sebelum kejadian di Lombok Barat, banjir juga menerjang tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima pada Sabtu (21/2/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.
“Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu,” kata Aam.
BPBD Kabupaten Bima mencatat adanya kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Tercatat satu unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar turut terkena dampak banjir.
“Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 - 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut,” ujarnya.
BNPB Imbau Waspada Ancaman Hidrometeorologi
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah NTB masih terpantau aktif.
Sebagai informasi, wilayah NTB saat ini memasuki puncak musim hujan yang dipengaruhi fenomena atmosfer regional. Kondisi geografis NTB yang memiliki banyak daerah aliran sungai serta kawasan perbukitan membuat beberapa wilayah rentan terhadap banjir dan tanah longsor.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk:
Menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan deras.
Memastikan saluran drainase tidak tersumbat.
Menyiapkan tas siaga bencana bagi keluarga di daerah rawan banjir.
Koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah desa terus dilakukan guna memastikan distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak berjalan lancar.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
