Masjid Kuno Bayan Beleq, Jejak Awal Islam di Lombok Utara

Tim iNews Lombok
Masjid Kuno Bayan Beleq Lombok Utara.ist

Bangunan utama masjid berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisi sekitar 8,90 meter. Struktur ini memperlihatkan kesederhanaan desain namun tetap sarat makna spiritual.

Empat Saka Guru dan Filosofi Asalnya

Masjid ini ditopang oleh empat tiang utama atau saka guru yang terbuat dari kayu nangka berbentuk bulat, berdiameter 23 cm dan tinggi sekitar 4,6 meter. Keempat tiang tersebut memiliki asal-usul berbeda dan fungsi simbolik tersendiri:

Tiang Tenggara berasal dari Desa Sagang Sembilok dan difungsikan sebagai tempat khatib.

Tiang Timur didatangkan dari Desa Tereng dan digunakan sebagai tempat lebai.

Tiang Barat Laut berasal dari Desa Senaru dan diperuntukkan bagi Mangku Bayan Timuq.

Tiang Barat Daya berasal dari Desa Semokan dan menjadi tempat penghulu.

Selain saka guru, terdapat 26 tiang keliling dengan tinggi rata-rata 1,25 meter, serta dua tiang mihrab setinggi 80 cm yang memperkuat struktur bangunan.

Keberagaman asal tiang utama ini mencerminkan semangat persatuan masyarakat adat Bayan dalam membangun pusat ibadah bersama.

Mimbar Ukiran Naga dan Nilai Simbolik

Di bagian dalam masjid terdapat sebuah mimbar kayu yang dihiasi ukiran naga Bayan. Motif naga dalam budaya Sasak memiliki makna simbolis sebagai penjaga keseimbangan dan kekuatan spiritual.

Ornamen ini menunjukkan adanya akulturasi budaya antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam yang berkembang pada masa itu. Perpaduan ini menjadi bukti bahwa penyebaran Islam di Lombok berlangsung secara damai dan adaptif terhadap budaya setempat.

Masjid yang Masih Difungsikan dalam Tradisi Adat

Meski telah berusia ratusan tahun, Masjid Kuno Bayan Beleq masih digunakan dalam ritual keagamaan tertentu, terutama oleh masyarakat adat yang memegang tradisi Wetu Telu. Tradisi ini merupakan praktik keagamaan yang memadukan ajaran Islam dengan adat istiadat lokal.

Setiap perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Idul Fitri, masyarakat adat Bayan kerap menggelar ritual khusus di area masjid ini.

Potensi Wisata Religi dan Warisan Budaya

Saat ini, Masjid Kuno Bayan Beleq menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Lombok Utara. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menyaksikan langsung keunikan arsitektur serta nilai sejarahnya.

Pemerintah daerah bersama tokoh adat setempat terus berupaya menjaga keaslian bangunan tanpa melakukan renovasi berlebihan, guna mempertahankan nilai autentiknya sebagai cagar budaya.

Masjid Kuno Bayan Beleq bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol perjalanan panjang sejarah Islam di Lombok. Dengan arsitektur khas, filosofi saka guru, serta nilai budaya yang menyertainya, masjid ini menjadi warisan tak ternilai bagi masyarakat Sasak dan Indonesia.

Keberadaannya mengajarkan bahwa Islam berkembang di Nusantara melalui pendekatan budaya, harmoni, dan persatuan.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network