Misteri Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Golkar Masih Tunggu Surat Resmi

iNews.id/Purnawarman
Sekjen DPP Golkar M Sarmuji (kanan). Purnawarman/iNewsLombok.id

JAKARTA, iNewsLombok.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menanggapi kabar yang beredar mengenai rencana reshuffle kabinet Indonesia yang diklaim akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026).

Saat dikonfirmasi, Sarmuji menyatakan partainya belum menerima informasi resmi terkait kabar tersebut.

“Maaf kami belum dengar kabar resmi tentang reshuffle,” kata Sarmuji dalam konfirmasi kepada iNews.id.

Menurutnya, hingga saat ini Golkar belum mendapatkan pemberitahuan formal dari Istana maupun pihak presiden mengenai perubahan susunan kabinet.

Posisi Menteri Golkar dan Kabar Reshuffle

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan perombakan pos kementerian, termasuk posisi yang ditempati oleh kader Partai Golkar. Namun, pernyataan Sarmuji ini menunjukkan bahwa kabar itu masih berupa isu dan belum disahkan.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI juga angkat suara soal rumor reshuffle tersebut. Dia menegaskan bahwa internal Golkar belum membahas rencana perombakan kabinet ini.

“Prinsipnya itu kan kewenangan Presiden,” ungkapnya menegaskan, menyerahkan sepenuhnya urusan reshuffle kepada Presiden.

Nama-nama yang Dikaitkan dengan Reshuffle

Meskipun belum ada pengumuman resmi, sejumlah nama disebut-sebut digadang-gadang bakal terdampak perubahan kabinet:

Sugiono

Prasetyo Hadi

Amran Sulaiman

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak Istana maupun para menteri yang bersangkutan.

Mekanisme Reshuffle Kabinet

Reshuffle kabinet merupakan wewenang eksklusif Presiden menurut UUD 1945 dan praktik pemerintahan di Indonesia. Presiden tidak wajib berkonsultasi dengan partai politik sebelum merombak kabinet, meskipun biasanya hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas politik.

Sejumlah pakar menyebut bahwa reshuffle kerap terjadi setelah penilaian kinerja kementerian atau dinamika politik baru (mis. koalisi politik, pergantian fraksi DPR RI, atau perubahan arah kebijakan pemerintah).

Dalam sejarah kabinet Indonesia, reshuffle bisa terjadi beberapa kali dalam satu periode pemerintahan — kadang sebagian, kadang menyeluruh.

Hingga Rabu (28 Januari 2026), Partai Golkar melalui Sekjen M. Sarmuji menyatakan bahwa partainya belum menerima informasi resmi terkait rencana reshuffle kabinet yang dikabarkan akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Isu reshuffle tetap menjadi spekulasi publik sampai pemberitahuan formal dikeluarkan oleh pihak Istana.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network