Ramai Isu Tuan Rumah PON 2028 Dipindah, Pemprov NTB Buka Suara

Purnawarman
Juru Bicara Pemprov NTB, Dr Akhsanul Khalik. iNewsLombok.id/Purnawarman

LOMBOK, iNewsLombok.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menepis keras kabar yang menyebut PON XXII Tahun 2028 terancam dipindahkan ke Jakarta. Isu tersebut mencuat setelah salah satu media memuat berita berjudul “PON 2028 di NTB Terancam Pindah? Sejumlah Cabor Dikabarkan di Jakarta” tertanggal 21 Januari 2026.

Pemprov NTB menilai narasi tersebut tidak bersumber dari keputusan resmi dan lebih merupakan asumsi penulis. Hingga saat ini, NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap sah sebagai tuan rumah PON 2028, sebagaimana telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, atau yang akrab disapa Aka.

“Isu pindah tuan rumah itu tidak tepat. Yang terjadi adalah penyesuaian format pelaksanaan PON berdasarkan kesepakatan Kemenpora dan KONI, bukan pemindahan tuan rumah,” tegas Aka.

Penyesuaian Format, Bukan Pemindahan Lokasi

Aka menjelaskan bahwa perubahan yang dimaksud adalah penataan ulang cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Fokus PON 2028 diarahkan pada cabor yang berada dalam rumpun Olimpiade.

Langkah ini ditempuh agar penyelenggaraan lebih efisien, realistis dari sisi anggaran, serta terukur secara teknis. Namun, kebijakan tersebut sama sekali tidak mengubah status NTB dan NTT sebagai tuan rumah utama.

Fokus Optimalisasi Venue, Bukan Bangun Baru

Pemerintah pusat juga menekankan agar PON XXII tidak menjadi beban fiskal daerah. Oleh karena itu, konsep yang diusung adalah optimalisasi venue eksisting, bukan pembangunan stadion baru yang berisiko mangkrak pasca-event.

Aka menyebut, pengalaman sejumlah daerah penyelenggara PON sebelumnya menjadi pelajaran penting.

“Banyak venue setelah PON tidak termanfaatkan. Karena itu, PON 2028 lebih diarahkan pada renovasi dan peningkatan fasilitas yang sudah ada,” ujarnya.

Alasan Beberapa Cabor Digelar di Luar NTB–NTT

Terkait informasi bahwa sebagian cabor akan digelar di Jakarta atau daerah lain, Pemprov NTB menegaskan hal itu merupakan strategi efisiensi.

Beberapa cabang memang memerlukan fasilitas khusus berstandar tinggi, seperti arena akuatik atau cabang dengan kebutuhan teknologi mahal. Dalam kondisi tersebut, pemanfaatan venue yang telah tersedia di Jakarta, Jawa Barat, atau daerah lain tetap sejalan dengan kebijakan nasional, tanpa mengurangi peran NTB–NTT sebagai tuan rumah utama.

Dampak Positif PON 2028 bagi NTB

Sebagai informasi, Pemprov NTB menilai PON 2028 berpotensi besar:

Meningkatkan sektor sport tourism

Mendorong pertumbuhan UMKM

Memperluas lapangan kerja

Mempercepat pembangunan infrastruktur daerah

Menjadi wadah lahirnya atlet nasional baru dari NTB dan NTT

Pemprov NTB juga telah menyiapkan peta renovasi venue serta skema kolaborasi dengan swasta untuk memastikan kesiapan daerah.

Ajakan Jaga Optimisme

Pemprov NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.

“Mari kita bangun optimisme dan kebanggaan sebagai tuan rumah. Informasi resmi akan selalu kami sampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab. Jika ada perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat, Pemprov NTB bersama Pemprov NTT akan mengumumkannya secara resmi,” terang Aka.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network