Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pendaftaran Calon Ketua KONI NTB Dibuka Kembali, Mori Hanafi Bertarung Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Terpilih Aklamasi, Alfian Eikman Ungkap Prioritas Baru PBSI NTB 2026-2030

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:13 WIB
  • author Purnawarman
Terpilih Aklamasi, Alfian Eikman Ungkap Prioritas Baru PBSI NTB 2026-2030
Alfian Eikman kembali terpilih sebagai Ketua Pengprov PBSI NTB periode 2026-2030 secara aklamasi dalam Musprov PBSI NTB, Jumat (30/10/2026). (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Alfian Eikman kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) NTB untuk periode 2026-2030.

Alfian terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI NTB yang digelar Jumat (30/10/2026). Kepengurusan baru langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pembenahan kompetisi hingga persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Usai kembali dipercaya memimpin PBSI NTB, Alfian mengatakan penguatan ekosistem bulutangkis menjadi salah satu prioritas utama. Pembenahan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan klub-klub serta pengurus PBSI kabupaten dan kota di NTB.

Salah satu program yang disiapkan adalah menggelar turnamen dengan mengacu pada standar sistem informasi PBSI. Sistem tersebut diharapkan membuat pelaksanaan kompetisi lebih tertata sekaligus menjadi bagian dari proses pemantauan dan pembinaan atlet.

PBSI NTB juga akan menyusun kalender pertandingan tahunan. Langkah ini dinilai penting agar agenda turnamen di daerah tidak saling berbenturan dan atlet memiliki ritme kompetisi yang lebih terukur.

”Langkah ke depannya, karena ini sudah mulai padat, kita akan membuat kalender turnamen tahunan sehingga kita bisa atur ritme kompetisi agar tidak terlalu mepet, tidak juga terlalu renggang,” ujarnya.

Menurut Alfian, kompetisi yang teratur menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan atlet. Dengan jadwal yang lebih terencana, klub dan pengurus daerah dapat menyiapkan atlet sesuai kebutuhan serta target pertandingan.

Target PON 2028 Realistis

Selain membenahi kompetisi daerah, PBSI NTB mulai mempersiapkan diri menghadapi PON 2028 yang akan berlangsung di NTB-NTT.

Namun, tantangan menuju ajang olahraga nasional tersebut tidak ringan. Regulasi baru yang mengharuskan tuan rumah tetap mengikuti babak kualifikasi atau Pra-PON membuat PBSI NTB harus melakukan perhitungan secara lebih matang.

Alfian pun memilih tidak memasang target yang terlalu tinggi. Ia menilai persaingan cabang olahraga bulutangkis di tingkat nasional sangat ketat sehingga target medali harus disesuaikan dengan kondisi dan kekuatan atlet NTB.

”Kalau untuk target emas, bahkan perak pun itu NTB masih berat lah di PON ini. Target muluk-muluk paling mungkin kalaupun bisa perunggu, itu pun juga masih sangat berat,” jelasnya.

Persoalan lain yang dihadapi PBSI NTB adalah keberadaan sejumlah atlet daerah yang kini menjalani pembinaan di klub-klub besar di luar NTB.

Pemanggilan atlet tersebut tidak selalu mudah karena PBSI NTB harus mendapatkan izin dari klub tempat atlet menjalani latihan. Restu klub menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan atlet dapat memperkuat kontingen NTB dalam ajang nasional.

PP PBSI Tegaskan Tak Intervensi Musprov

Dalam proses pemilihan Ketua Pengprov PBSI NTB, PP PBSI menegaskan tidak melakukan intervensi terhadap hak suara pengurus kabupaten dan kota.

Wakil Ketua Umum II PP PBSI, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara, menyampaikan hal tersebut saat membuka Musprov PBSI NTB.

”Pengurus pusat dalam penyelenggaraan musyawarah provinsi tidak akan pernah mengintervensi kedaulatan pengurus kabupaten atau kota sebagai pemegang suara,” ungkap Yudanegara.

PP PBSI juga memberikan apresiasi terhadap kepengurusan PBSI NTB periode 2022-2026. Pelaksanaan Musprov sebelum masa kepengurusan sebelumnya berakhir dinilai menunjukkan kepatuhan terhadap aturan organisasi dan AD/ART PBSI.

Yudanegara mengingatkan bahwa menjadi bagian dari kepengurusan PBSI bukan sekadar jabatan, tetapi juga bentuk pengabdian yang membutuhkan komitmen serta pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran.

Kepengurusan baru PBSI NTB di bawah Alfian Eikman diharapkan mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet dari tingkat klub hingga kabupaten dan kota.

Dengan kalender kompetisi yang lebih teratur, pembinaan yang terukur, serta persiapan PON yang realistis, PBSI NTB dituntut membangun fondasi prestasi yang lebih kuat menjelang PON 2028.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut