Pencarian KM Virgo Transport 8 Penuh Risiko, Mori Hanafi Beri Apresiasi untuk Basarnas
Pencarian KM Virgo Transport 8 Penuh Risiko, Mori Hanafi Beri Apresiasi untuk Basarnas
Mori Hanafi Apresiasi Tim SAR KM Virgo Transport 8, Soroti Operasi Pencarian yang Penuh Risiko
JAKARTA, iNewsLombok.id – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi memberikan apresiasi kepada Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan yang masih bekerja mencari dan mengevakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Mori menilai upaya pencarian dalam musibah tersebut tidak mudah. Kondisi bangkai kapal, medan bawah laut, arus, hingga risiko yang dihadapi para penyelam membuat operasi SAR membutuhkan strategi dan langkah teknis yang matang.
“Saya mengapresiasi kerja keras Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan. Dalam kondisi yang tidak mudah seperti ini, mereka sudah bekerja out of the box, mencari berbagai cara dan terobosan agar proses pencarian korban tetap dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Mori dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurut Mori, operasi pencarian KM Virgo Transport 8 merupakan pekerjaan kompleks karena melibatkan pencarian di bawah laut dengan kondisi kapal yang sulit diakses. Situasi tersebut menuntut perpaduan antara pengalaman personel, teknologi, koordinasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan teknis.
“Ini bukan operasi yang sederhana. Karena itu saya melihat Basarnas sudah berusaha menggunakan seluruh kemampuan yang ada, baik dari sisi personel, teknologi maupun koordinasi lintas unsur. Kerja seperti ini patut kita hargai,” ujarnya.
Mori juga menyampaikan penghormatan kepada para penyelam dan seluruh personel SAR yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi risiko keselamatan selama proses pencarian.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan operasi kemanusiaan, tetapi juga menyangkut harapan keluarga korban yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.
“Di balik operasi ini ada keluarga korban yang masih menunggu kepastian. Karena itu setiap ikhtiar Basarnas untuk menemukan korban sangat berarti. Negara harus terus memberikan dukungan penuh kepada mereka,” ungkapnya
Perkembangan operasi menunjukkan pencarian memang menghadapi tantangan besar. Basarnas sebelumnya menyebut sejumlah lorong di dalam bangkai kapal tertutup sehingga menyulitkan akses penyelam. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pencarian bawah air harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Pada hari ke-18 operasi, Basarnas mengerahkan sekitar 1.042 personel gabungan yang terdiri atas unsur udara, laut, darat, dan penyelam untuk mencari korban yang masih hilang. Saat itu tercatat 57 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes.
Memasuki Jumat (2/10/2026), Tim SAR Gabungan menghentikan sementara metode penyelaman di badan KM Virgo Transport 8 setelah pencarian bawah air selama dua hari tidak menemukan korban tambahan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan tim melakukan pemantauan dan monitoring di lokasi pada hari tersebut.
Sebelumnya, pada hari ke-19 operasi, tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR melakukan empat kali penyelaman atau sortie untuk mencari dan mengevakuasi korban yang masih berada di dalam kapal. Namun, tidak ada korban baru yang ditemukan dari dalam bangkai kapal.
Mori berharap pengalaman dalam operasi KM Virgo Transport 8 dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk memperkuat kemampuan Basarnas dalam menghadapi operasi penyelamatan dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Basarnas sudah menunjukkan kerja keras dan keberanian untuk keluar dari pola biasa. Ke depan kemampuan seperti ini harus terus diperkuat agar respons SAR Indonesia semakin cepat, modern dan profesional," pungkas Mori.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada 13 September 2026 di perairan Laut Jawa. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang dalam manifes.
Berdasarkan pembaruan Polri per 28 September, sebanyak 174 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 66 orang meninggal dunia. Sementara itu, 69 orang masih dalam pencarian pada saat pembaruan tersebut.
Data kemudian diperbarui Basarnas pada hari ke-18 operasi, dengan 57 orang masih dalam pencarian. Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pencarian dan penemuan korban masih berlangsung.
Selain operasi kemanusiaan, proses hukum terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 juga terus berjalan. Polri sebelumnya menyatakan perkara telah dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk proses lebih lanjut.
Pada Jumat (2/10/2026), penyidik gabungan juga menetapkan empat tersangka, yakni nakhoda, pihak agen PT Virgo Karya Shipping, manajer cabang, dan manajer operasional. Nakhoda disebut telah ditahan, sedangkan tiga tersangka lainnya dipanggil untuk pemeriksaan.
Editor: Purnawarman