Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031, Diputuskan Lewat AHWA
Mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui AHWA sebelumnya telah disepakati dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU.
Dari total 552 suara dalam daftar pemilih tetap, sebanyak 401 suara menyetujui pemilihan Ketua Umum melalui mekanisme AHWA. Sebanyak 150 suara memilih opsi one man one vote, sementara satu suara dinyatakan tidak sah.
Setelah mekanisme tersebut disepakati, AHWA kemudian memiliki peran penting dalam menentukan Rais Aam sekaligus Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
Sembilan ulama yang menjadi anggota AHWA adalah KH Nurul Huda Djazuli, KH Tgk Nuruzzahri Yahya, KH AG Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siroj, dan KH Abun Bunyamin.
Terpilihnya Gus Kikin tidak terlepas dari rekam jejaknya sebagai ulama, pengasuh pesantren, dan tokoh organisasi NU.
KH Abdul Hakim Mahfudz lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis ibunya, Gus Kikin memiliki hubungan keluarga dengan KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng.
Gus Kikin dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8, menggantikan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah setelah wafat pada 2020. Ia juga terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029.
Sebelum aktif dalam kepengurusan NU dan pesantren, Gus Kikin memiliki pengalaman profesional di dunia pelayaran dan usaha. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum dipercaya memegang sejumlah amanah di lingkungan NU.
Jauh sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menyampaikan bahwa dirinya tidak sejak awal memiliki keinginan untuk maju dalam bursa kepemimpinan PBNU.
Ia mengatakan pencalonannya merupakan amanah dari PWNU dan PCNU se-Jawa Timur.
"Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya," kata Gus Kikin dalam pernyataan yang disampaikan pada Juli 2026.
Dalam proses Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin juga sebelumnya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan warga NU di tengah proses suksesi kepemimpinan.
"Yang paling penting dalam Muktamar adalah berkumpul rame-rame mengikuti proses. NU itu kebersamaan yang paling penting," ungkap Gus Kikin.
Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut menjadi momentum bagi NU untuk menentukan arah organisasi dan kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.
Selain agenda pemilihan kepemimpinan, Muktamar membahas berbagai persoalan keagamaan, organisasi, program, rekomendasi, serta isu kebangsaan.
Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat 2026-2031 kini memasuki babak baru. Ia akan memimpin organisasi bersama Rais Aam terpilih dan jajaran kepengurusan PBNU untuk menjalankan hasil keputusan Muktamar ke-35 NU.
Editor : Purnawarman