Inovasi Fashion Indonesia: Botol Plastik Bekas Disulap Menjadi Kain Berkualitas
Sebanyak 12 seniman yang telah lama berkolaborasi dengan PURANA turut ambil bagian dalam gerakan ini, yakni Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra “HeHe” Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia.
Semangat keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada limbah plastik. Melalui ruang pamer bertajuk The Living Archive, PURANA mengubah sisa kain perca hasil produksi menjadi berbagai instalasi seni yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi baru.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa material sisa produksi tidak harus berakhir sebagai limbah, melainkan dapat diolah kembali menjadi karya kreatif bernilai ekonomi.
Menariknya, seluruh struktur instalasi eksibisi dibuat menggunakan 100 persen kardus daur ulang. Setelah pameran berakhir, material tersebut dirancang untuk dibongkar dan didaur ulang kembali sesuai prinsip ekonomi sirkular.
“Para seniman yang terlibat dalam gerakan ‘Renjana Perca’ hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun, mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni, hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi,” tuturnya.
“Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas,” lanjut Nonita.
Selain pameran, Renjana Perca juga menghadirkan 14 workshop yang mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Beragam kegiatan diselenggarakan, mulai dari kriya upcycling, racikan jamu tradisional, table setting, hingga analisis warna personal. Melalui aktivitas tersebut, PURANA ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya berkaitan dengan produksi pakaian, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Secara umum, botol plastik minuman terbuat dari PET (Polyethylene Terephthalate). Setelah dikumpulkan, botol dibersihkan, dicacah menjadi serpihan (flakes), dilelehkan, lalu dipintal menjadi benang polyester.
Benang inilah yang kemudian ditenun atau dirajut menjadi kain untuk berbagai produk fashion, tas, hingga perlengkapan rumah tangga.
Melalui Renjana Perca, PURANA ingin membuktikan bahwa fashion, seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
Sampah plastik maupun kain perca yang sebelumnya dianggap tak bernilai kini memperoleh kesempatan kedua sebagai karya yang lebih bermakna.
Editor: Purnawarman