Inovasi Fashion Indonesia: Botol Plastik Bekas Disulap Menjadi Kain Berkualitas
JAKARTA, iNewsLombok.id - Botol plastik yang selama ini identik dengan sampah ternyata dapat memiliki kehidupan kedua. Melalui inovasi industri kreatif, limbah plastik diolah menjadi serat tekstil yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan kain untuk produk fashion bernilai tinggi.
Proses tersebut diperlihatkan rumah mode Indonesia PURANA lewat demonstrasi Waste-to-Weave dalam gerakan Renjana Perca yang digelar di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Jakarta, pada 14–23 Agustus 2026.
Dalam demonstrasi itu, pengunjung menyaksikan langsung tahapan pengolahan botol plastik bekas menjadi serat yang siap ditenun sebagai material tekstil. Inisiatif tersebut menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular, yakni sistem produksi yang mengembalikan material bekas ke dalam rantai produksi agar memiliki fungsi dan nilai baru.
Berbeda dengan model ekonomi linear yang berakhir pada pembuangan, ekonomi sirkular mendorong penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang material sehingga mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menekan penggunaan bahan baku baru.
Gerakan Renjana Perca menjadi bagian dari perayaan 17 tahun perjalanan PURANA yang bertepatan dengan momentum Bulan Kemerdekaan. Mengusung tema Kemerdekaan Berkarya, PURANA menggandeng sejumlah seniman Indonesia untuk menghadirkan karya yang mengangkat kekayaan budaya, lingkungan, flora, fauna, hingga narasi Nusantara.
Founder & Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, menegaskan bahwa perjalanan panjang mereknya dibangun melalui kolaborasi bersama para seniman dari berbagai penjuru Indonesia.
“Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif PURANA,” ujar Nonita di Grand Indonesia, Jakarta.
Editor: Purnawarman