Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, DPR Minta Kasus Diusut Menyeluruh
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Insiden Dugaan Keracunan, SDN Beber Lombok Tengah Tolak MBG

Jum'at, 18 September 2026 | 13:51 WIB
  • author Ema Widiawati
Buntut Insiden Dugaan Keracunan, SDN Beber Lombok Tengah Tolak MBG
SDN Beber Lombok Tengah. (Foto: Ema Widiawati/iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memutuskan menolak penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana pun.

Keputusan tersebut diambil setelah dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa usai menyantap menu MBG pada Jumat (11/9/2026). Komite sekolah dan wali murid mengaku masih mengalami trauma setelah sejumlah siswa harus mendapat penanganan di puskesmas.

Ketua Komite SDN Beber Surya Darmawan mengatakan keputusan penghentian penerimaan MBG telah disepakati melalui rembuk bersama antara komite dan wali murid.

"Untuk tindak lanjut dari kejadian kemarin, kami dari sisi komite dan wali murid di SDN Beber kami sudah rembuk bareng kami bersepakat untuk menyikapi kejadian hari jumat itu bahwa kami sepakat untuk berhenti menerima MBG secara permanen khusus untuk SDN Beber entah dari dapur manapun kami sudah tidak terima lagi," kata Surya Darmawan, Komite SDN Beber.

Penolakan tersebut kemudian dituangkan dalam petisi atau surat pernyataan yang ditandatangani wali siswa. Pihak sekolah dan orang tua juga menyatakan akan memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi meski tidak lagi menerima makanan dari program MBG.

Persoalkan Label Waktu Konsumsi

Selain menolak program MBG, pihak SDN Beber juga menyoroti persoalan penyaluran makanan, termasuk terkait label batas waktu konsumsi yang disebut seharusnya terpasang pada wadah makanan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut