Kisah Haru Korban KM Putri Yasmin Terbakar di Lombok: Bayi Alfaro Selamat, Pelampung Sempat Tertukar
Berdasarkan data medis terbaru, sebanyak 24 korban sempat dirujuk ke rumah sakit setelah dievakuasi dari laut.
Dari jumlah tersebut:
16 pasien masih menjalani perawatan intensif dan observasi ketat.
8 pasien telah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Para korban umumnya mengalami dehidrasi berat, kram otot, nyeri di sekujur tubuh, hingga trauma psikologis akibat berjam-jam terapung di laut setelah kapal terbakar.
Untuk mempercepat pelayanan medis, pemerintah menyiagakan tiga rumah sakit rujukan, yaitu:
RSUD Patuh Patut Patju (Tripat) Lombok Barat
RS H. Moh. Ruslan Mataram
RSUD Provinsi NTB
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, bersama jajaran turut menjenguk para korban di rumah sakit dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga terdampak. ASDP juga memberikan dukungan penanganan bagi korban selamat.
Pada proses evakuasi awal, ASDP mengerahkan Kapal Port Link II untuk mengangkut 35 korban selamat menuju Padangbai, Bali. Seluruh armada ASDP yang melintasi lintasan Lembar–Padangbai juga diinstruksikan melakukan pemantauan selama operasi pencarian berlangsung.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh. ASDP menyiagakan seluruh kapal di lintasan untuk menyisir dan memantau jika masih ada korban yang belum ditemukan,” ungkap GM ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto.
Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan mencatat 212 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 200 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK).
Editor: Purnawarman