Target Dividen Bank NTB Syariah Naik Jadi Rp82 Miliar 2026, DPRD Beri Dua Catatan Penting
LOMBOK, iNewsLombok.id - Kinerja Bank NTB Syariah kembali mendapat apresiasi dari DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah, menilai kondisi Bank NTB Syariah yang dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi modal penting untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi NTB disebutkan, Bank NTB Syariah membukukan dividen sekitar Rp72 miliar pada 2025. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi Rp82 miliar pada 2026.
"Dinyatakan sehat oleh OJK kami apresiasi managemen baru. Dokumen 70 sekian miliar di tahun 2025, 80 sekian miliar target deviden 2026," ungkap Akhdiansyah, Jumat (31/7/2026).
Menurut politisi PKB tersebut, capaian itu menunjukkan adanya perbaikan tata kelola yang dilakukan jajaran direksi baru. Namun, ia mengingatkan agar peningkatan kinerja tersebut dibarengi dengan penguatan sistem pengawasan internal.
Akhdiansyah menyampaikan dua catatan penting yang perlu menjadi perhatian Bank NTB Syariah agar target dividen pada 2026 dapat tercapai.
"Yang saya saran kan dua hal yakni Mitigasi resiko dan audit internal. Masalah 2025, tahun lalu ada serangan siber kita kehilangan uang oleh managemen baru, kalau tidak ingin terjadi lagi harus ada audit internal. Menjaga target 82 miliar tadi," terangnya.
Ia menilai mitigasi risiko dan audit internal merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan operasional perbankan berjalan aman dan berkelanjutan.
Selain itu, Akhdiansyah menegaskan Bank NTB Syariah merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang memiliki kontribusi terbesar terhadap penerimaan dividen Pemerintah Provinsi NTB.
"Bank NTB Syariah ini BUMD paling besar yang menjadi instrumen strategis peningkatan PAD," kata Akhdiansyah.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan oleh manajemen baru Bank NTB Syariah. Salah satunya adalah layanan transaksi antarbank yang kini sudah dapat diakses melalui aplikasi mobile banking.
Menurutnya, inovasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara lebih cepat, praktis, dan efisien.
"Saya kira ini inovasi yang sangat baik yang dilakukan jajaran direksi. Layanan transaksi mobile ini memudahkan masyarakat," ujar Akhdiansyah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penguatan transformasi digital harus diimbangi dengan peningkatan keamanan sistem informasi.
Pengalaman serangan siber yang sempat mengganggu layanan Bank NTB Syariah beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Ini harus menjadi pembelajaran ke depan. Bahwa ancaman hacker bisa setiap saat mengganggu ekosistem perbankan," jelas politisi PKB itu.
Sebagai bank pembangunan daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor usaha, UMKM, layanan keuangan syariah, hingga penyetoran dividen kepada pemerintah daerah.
Karena itu, peningkatan kinerja, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta penguatan sistem keamanan digital dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD NTB pada tahun-tahun mendatang.
Editor : Purnawarman