Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BREAKING NEWS Kena OTT KPK, PAN Copot Lalu Ahmad Zaini sebagai Ketua DPW NTB
Advertisement . Scroll to see content

Usai Bupati Lombok Barat, Kini Bupati Pemalang Jadi Kepala Daerah Ke-12 yang Terjaring OTT KPK 2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:09 WIB
  • author iNews.id/Purnawarman
Usai Bupati Lombok Barat, Kini Bupati Pemalang Jadi Kepala Daerah Ke-12 yang Terjaring OTT KPK 2026
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat menjalani proses hukum setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang diamankan KPK sepanjang 2026 menjadi 12 orang. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNewsLombok.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diamankan dalam operasi yang digelar pada Rabu (29/7/2026).

Penangkapan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

"Benar," kata Fitroh melalui pesan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Meski membenarkan adanya OTT, Fitroh belum mengungkapkan secara rinci perkara yang menjerat Anom Widiyantoro maupun pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

Penangkapan Bupati Pemalang menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung kasus dugaan korupsi melalui OTT KPK sepanjang tahun 2026.

Sebelumnya, publik juga dikejutkan dengan penangkapan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, yang terjaring OTT usai menghadiri kegiatan nonton bersama pertandingan Piala Dunia di kantor bupati.

Hingga 29 Juli 2026, tercatat sudah 12 kepala daerah yang ditangkap KPK melalui operasi tangkap tangan. Kondisi ini menunjukkan penindakan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah masih menjadi salah satu fokus utama lembaga antirasuah.

Selain melakukan OTT, KPK juga terus mengingatkan seluruh kepala daerah agar memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran, serta menghindari praktik suap, gratifikasi, dan penyalahgunaan kewenangan. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi tindak pidana korupsi di daerah.

Berikut daftar 12 kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026 hingga 29 Juli:

  1. Wali Kota Madiun, Maidi.
  2. Bupati Pati, Sudewo.
  3. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
  4. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Tobari.
  5. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
  6. Bupati Tulungagung, Gatut Sunuwibowo.
  7. Bupati Muara Enim, Edison.
  8. Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby.
  9. Bupati Langkat, Syah Afandin.
  10. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
  11. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.
  12. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

KPK hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang menjerat Bupati Pemalang. Perkembangan mengenai konstruksi perkara, barang bukti, maupun identitas pihak-pihak yang diamankan diperkirakan akan disampaikan melalui konferensi pers setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

Hingga akhir Juli 2026, OTT terhadap Bupati Pemalang menjadikan jumlah kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan KPK sepanjang tahun ini mencapai 12 orang.

OTT merupakan salah satu instrumen penegakan hukum KPK untuk menangkap pelaku tindak pidana korupsi yang diduga sedang atau baru saja melakukan transaksi suap maupun praktik korupsi lainnya.

Selain penindakan, KPK juga memiliki strategi pencegahan melalui pendidikan antikorupsi, koordinasi, supervisi, dan monitoring tata kelola pemerintahan daerah guna menekan potensi korupsi.

Editor: Purnawarman

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut