get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Kematian Mahasiswi Unram Nadya Dwi Ratna Mengarah ke Penetapan Tersangka

Kasus Bullying di Mataram Masih Terjadi, Wali Kota Mohan Tekankan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:53 WIB
header img
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana (kanan) berfoto dengan Rahmat Ufair Safaraz salah satu Siswa SMP 2 Mataram saat hadiri peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lapangan Sangkareang. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kasus perundungan atau bullying terhadap anak di Kota Mataram masih ditemukan. Namun, jumlahnya dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, mengatakan pihaknya hingga kini masih menerima laporan terkait kasus perundungan. Karena itu, edukasi kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

"Ada tetapi kita masih berusaha melakukan edukasi," ungkapnya, Kamis (23/7/2026), saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Pemerintah Kota Mataram di Lapangan Sangkareang.

Menurut Joko, laporan yang diterima masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan daerah lainnya di NTB.

"Masih beberapa ada laporan tapi angkanya kecil dibanding daerah lain," ungkapnya.

Ia menilai pencegahan melalui edukasi menjadi langkah penting agar kasus perundungan tidak meningkat. Selain di lingkungan sekolah, pengawasan orang tua juga diperlukan mengingat interaksi anak kini semakin banyak berlangsung di media sosial dan ruang digital.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan sosial maupun dunia digital.

"Tageline sangat dalam sekali filosofis sekali. Ini menjadi satu pengingat, penegas buat kita betapa anak-anak kita harus dilindungi, dipenuhi haknya tidak hanya lingkungan sosial kemasyarakatan tetapi ruang-ruang digital," tegasnya.

Menurut Mohan, tantangan perlindungan anak ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi. Karena itu, pemerintah daerah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

"Tugas kita komplek, merawat sehingga anak sehat kuat berakhlak, anak kita semakin hebat dimasa akan datang," terangnya.

Peringatan Hari Anak Nasional setiap tahun menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, mulai dari hak memperoleh pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, hingga hak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Di era digital, perlindungan anak juga mencakup pencegahan perundungan siber (cyberbullying), penyalahgunaan media sosial, serta paparan konten negatif yang dapat memengaruhi perkembangan anak.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut