Usai Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tantang Messi
DALLAS, iNewsLombok.id – Timnas Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membawa La Furia Roja tinggal selangkah lagi meraih gelar juara dunia. Namun, perhatian publik justru tertuju pada pernyataan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, mengenai calon lawan yang paling ingin dihadapinya di partai puncak.
Spanyol kini tinggal menunggu hasil semifinal lainnya yang mempertemukan Argentina melawan Inggris. Meski duel melawan Inggris akan menjadi ulangan final Euro 2024, Yamal mengaku lebih berharap bertemu Argentina agar bisa berhadapan langsung dengan sang idola, Lionel Messi.
Pemain berusia 19 tahun itu mengaku pertandingan melawan Messi di final Piala Dunia akan menjadi momen yang sangat istimewa dalam kariernya.
"Menghadapi Leo Messi di final Piala Dunia akan menjadi sesuatu yang fantastis. Saya berharap itu terjadi," ujar Yamal.
Apabila Argentina berhasil mengatasi Inggris, laga final akan menjadi pertemuan resmi pertama antara Yamal dan Messi di level kompetitif. Duel tersebut juga diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinanti karena mempertemukan generasi baru sepak bola Spanyol dengan ikon sepak bola dunia.
Di kubu Argentina, Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen. Kapten Albiceleste itu telah mencetak delapan gol dalam enam pertandingan dan menjadi motor utama perjalanan tim menuju semifinal.
Pertemuan keduanya juga memiliki makna tersendiri bagi Barcelona. Selama beberapa musim terakhir, Yamal kerap disebut sebagai penerus Messi di klub asal Catalunya tersebut berkat penampilan impresifnya sejak menembus tim utama.
Namun, apabila Inggris yang berhasil melangkah ke final, Spanyol akan kembali menghadapi lawan yang mereka kalahkan 2-1 pada final Euro 2024. Laga tersebut juga dipastikan menghadirkan nuansa emosional karena Yamal berpeluang bertemu rekan barunya di Barcelona, Anthony Gordon, serta mantan pemain Blaugrana, Marcus Rashford.
Meski sejak kecil mengidolakan Neymar karena gaya bermainnya, Yamal tetap menempatkan Messi sebagai pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.
"Idola saya memang Neymar karena saya suka melihat cara dia bermain. Tapi Messi adalah yang terbaik, dan tidak ada perdebatan soal itu," kata Yamal.
Kini seluruh perhatian tertuju pada duel Argentina kontra Inggris yang akan menentukan lawan Spanyol di final. Apabila Argentina lolos, publik sepak bola dunia akan disuguhkan laga yang sarat makna, yakni pertemuan Messi sebagai legenda hidup dengan Yamal yang digadang-gadang menjadi wajah baru sepak bola dunia.
Selain menjadi finalis Piala Dunia 2026, Spanyol juga melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir setelah menjuarai Euro 2024. Keberhasilan itu menunjukkan regenerasi skuad La Furia Roja berjalan sangat baik dengan hadirnya pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, dan Gavi yang menjadi tulang punggung tim.
Sementara itu, Lionel Messi masih menjadi sosok sentral bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022. Jika Argentina berhasil mencapai final, duel melawan Spanyol akan menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah karena mempertemukan salah satu pemain terbaik sepanjang masa dengan talenta muda yang disebut-sebut sebagai calon penerusnya.
Editor : Purnawarman