Prabowo Resmikan 5 Bendungan dari Lombok, Meninting Jadi Tumpuan Air dan Pangan NTB
Infrastruktur ini juga dirancang memperkuat ketahanan air dan pangan, sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang dapat memicu kekeringan berkepanjangan.
Bendungan yang berada di Kabupaten Lombok Barat itu memiliki peran strategis karena akan menopang kebutuhan irigasi pertanian, air baku rumah tangga, hingga energi.
Data Kementerian PUPR menyebut Bendungan Meninting diproyeksikan mengairi 1.559 hektare lahan pertanian melalui sistem irigasi di wilayah Lombok. Bendungan ini juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air baku hingga 150 liter per detik, terutama bagi wilayah Batulayar dan Gunungsari.
Selain itu, bendungan ini diproyeksikan mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui PLTS terapung sekitar 9 MW dan PLTMH sekitar 0,8 MW.
Kehadiran bendungan juga diharapkan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 280 persen menjadi 300 persen, sehingga produktivitas pertanian di Lombok dapat terdongkrak.
Tak hanya fungsi teknis, Bendungan Meninting juga diproyeksikan berkembang sebagai kawasan wisata air baru di Lombok Barat.
Potensi ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus menopang pasokan air bersih bagi sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi NTB.
Lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo pada hari ini meliputi:
1. Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
2. Bendungan Keureuto di Aceh
3. Bendungan Rukoh di Aceh
4. Bendungan Jlantah di Jawa Tengah
5. Bendungan Sidan di Bali
Khusus dua bendungan di Aceh, yakni Keureuto dan Rukoh, keduanya juga diproyeksikan menopang swasembada pangan di wilayah Serambi Mekkah. Bendungan Keureuto, misalnya, disiapkan untuk melayani ribuan hektare irigasi, pengendalian banjir, serta potensi energi.
Sementara Bendungan Rukoh juga diarahkan untuk memperkuat pasokan air pertanian dan air baku di wilayah Aceh.
Peresmian lima bendungan sekaligus dari Lombok menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air masih menjadi salah satu fokus pemerintah.
Bagi NTB, kehadiran Bendungan Meninting diharapkan bukan hanya menambah cadangan air, tetapi juga menjadi penggerak baru sektor pertanian, energi, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Editor : Purnawarman