Antusias Tinggi, SDN 8 Mataram Tak Mampu Tampung Semua Pendaftar SPMB 2026
LOMBOK, iNewsLombok.id - Antusiasme orang tua mendaftarkan anak ke SDN 8 Mataram pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 terbilang tinggi. Dari total daya tampung dua rombongan belajar (rombel) kelas 1 sebanyak 67 kursi melalui jalur afirmasi dan domisili, jumlah pendaftar tercatat melampaui kuota yang tersedia.
Kepala SDN 8 Mataram, Marianah, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat sekolah tidak bisa menampung seluruh calon siswa yang mendaftar. Sebagian pendaftar akhirnya diarahkan ke sekolah lain yang masih berada dalam satu gugus.
“SDN 8 Mataram menerima calon siswa baru pada SPMB TA 2026/2027. Jalur afirmasi jumlah pendaftar 21 diterima, domisili 46 orang diterima untuk kelas 1A dan 1B. Jumlah rombel 2 rombel untuk kelas 1,” ujar Marianah, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, animo wali murid tahun ini cukup tinggi, terutama karena SDN 8 Mataram dinilai menjadi salah satu sekolah yang diminati di wilayah setempat. Kondisi itu menyebabkan sekolah harus melakukan penyesuaian karena kapasitas rombel telah terpenuhi.
“Antusias calon wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SDN 8 Mataram sangat antusias, sebagian calon siswa dialihkan ke SDN satu gugus dengan sekolah karena daya tampung rombel kelas sudah terpenuhi,” ungkapnya.
Marianah menyebut jumlah pendaftar sempat berada di atas kapasitas sekolah sejak awal masa penerimaan. Dari data yang masuk, total pendaftar sempat mencapai puluhan calon siswa, sementara kuota yang dapat diterima tetap terbatas pada kapasitas dua rombel.
“Jumlah pendaftar awal 74 calon siswa. Jumlah yang diterima 67 orang calon siswa,” terangnya.
Ia menambahkan, tidak semua calon siswa yang mendaftar bisa dinyatakan lolos seleksi administrasi. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan sebagian pendaftar tidak diterima, mulai dari usia yang belum memenuhi syarat hingga ketidaksesuaian dokumen kependudukan.
“Yang tidak diterima karena kurang umur, data pendukung seperti KK dan KTP tidak sesuai serta tidak mengembalikan formulir pendaftaran,” ujarnya.
Lonjakan pendaftar di SDN 8 Mataram menggambarkan tingginya persaingan masuk sekolah dasar negeri pada tahun ajaran baru di Kota Mataram. Dengan hanya dua rombel untuk kelas 1, sekolah praktis harus menyeleksi calon siswa berdasarkan kelengkapan syarat dan ketentuan jalur pendaftaran yang berlaku.
Pengalihan calon siswa ke sekolah satu gugus menjadi solusi agar anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan dasar meski kuota di sekolah tujuan utama telah penuh. Langkah itu juga dinilai penting untuk menjaga pemerataan jumlah murid antar sekolah negeri di sekitar lingkungan domisili.
Dinas Pendidikan Kota Mataram pada tahun ajaran 2026/2027 menegaskan pelaksanaan SPMB SD dan SMP harus berjalan transparan, adil, dan berintegritas.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan posko pengaduan untuk mengantisipasi berbagai persoalan selama proses penerimaan murid baru, terutama pada jalur domisili yang kerap menjadi jalur paling padat peminat.
Untuk jenjang SD, proses seleksi pada umumnya mempertimbangkan usia calon murid, kelengkapan administrasi, serta kesesuaian dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga dan identitas orang tua/wali.
Dalam praktiknya, calon murid yang belum cukup umur atau memiliki dokumen yang tidak sinkron berpotensi tidak lolos verifikasi, seperti yang juga terjadi di SDN 8 Mataram.
Selain itu, jika kuota jalur tertentu tidak terpenuhi, alokasi kursi dapat disesuaikan menurut ketentuan teknis daerah.
Tingginya minat pendaftaran di SDN 8 Mataram menjadi sinyal bahwa sekolah-sekolah negeri favorit di Kota Mataram masih menghadapi tantangan klasik setiap musim penerimaan murid baru, yakni ketimpangan antara jumlah pendaftar dan kapasitas ruang belajar.
Kondisi tersebut menuntut pengelolaan SPMB yang tertib, akuntabel, dan berpihak pada pemerataan akses pendidikan dasar bagi seluruh anak usia sekolah.
Editor : Purnawarman