Tindak Lanjuti Hasil Munas-Konbes, Prof Niam Ditunjuk Masuk Tim Survei Lokasi Muktamar NU ke NTB
JAKARTA, iNewsLombok.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menindaklanjuti hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dengan membentuk tim survei lokasi Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari proses penentuan tuan rumah muktamar, PBNU menetapkan lima provinsi yang akan disurvei, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.
Khusus untuk NTB, PBNU menunjuk Prof KH Asrorun Niam Sholeh sebagai bagian dari tim survei bersama KH Imam Buchori Cholil, H Aizudin Abdurrahman, HM Syarif Munawi, dan H Silahudin.
Tim tersebut akan turun langsung untuk menilai kesiapan daerah dari berbagai aspek, mulai dari kelayakan lokasi, dukungan sarana dan prasarana, kemampuan pendanaan, hingga jaminan keamanan selama pelaksanaan muktamar.
Dikonfirmasi terkait penunjukan tersebut, Prof Niam menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan PBNU. Ia menilai tugas tersebut tidak ringan karena tahapan menuju muktamar berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
“Ini tugas yang berat di tengah dinamika jelang muktamar yang waktunya relatif mepet ini. Tetapi ini tentu amanah sekaligus kehormatan. Amanah yang harus ditunaikan secara baik. Ini juga kepercayaan sekaligus tantangan. Tentu pemilihan ini didasarkan pertimbangan matang, obyektif sehingga hasilnya nanti bisa diterima semua pihak dengan lapang dada. Bismillah, semoga dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Editor: Purnawarman