Update Haji NTB 2026 Hari ke 10: 2.722 Ribuan Jemaah Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci
LOMBOK, iNewsLombok.id - Proses pemberangkatan jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat terus berjalan lancar. Hingga hari ke-10 pelaksanaan, tepatnya per 30 April 2026 pukul 18.00 WIB, sebanyak 2.722 jemaah haji NTB telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB yang juga Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, menjelaskan bahwa jumlah tersebut berasal dari tujuh kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap menuju Arab Saudi.
“Sampai hari ke-10, sebanyak tujuh kloter dengan total 2.722 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci,” ujar Lalu Amin.
Total 2.750 Orang Termasuk Petugas Haji Berdasarkan laporan resmi PPIH Embarkasi Lombok, seluruh jemaah diberangkatkan bersama 28 petugas pendamping, sehingga total keseluruhan mencapai 2.750 orang.
Menariknya, seluruh kursi penerbangan terisi penuh tanpa adanya kursi kosong (open seat). Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara penyelenggara dan maskapai penerbangan.
“Seluruh kursi terisi dan tidak ada kendala berarti selama proses keberangkatan,” tegasnya.
Kondisi Jemaah Terus Dipantau PPIH Embarkasi Lombok juga memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan, baik sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan ketat, termasuk vaksinasi wajib seperti meningitis dan polio sebagai syarat perjalanan haji internasional.
Sementara itu, jumlah jemaah yang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok tercatat mencapai 3.143 orang, yang terbagi dalam delapan kloter. Data ini menunjukkan bahwa proses pemberangkatan masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Hal ini menunjukkan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji masih akan terus berlanjut pada hari-hari berikutnya,"terangnya.
Editor : Purnawarman