get app
inews
Aa Text
Read Next : Abul Chair Tak Pernah Klaim Cucu Gubernur NTB

Sekda Abul Chair Soroti Transportasi NTB Belum Tertata

Kamis, 30 April 2026 | 09:23 WIB
header img
Sekda NTB Abul Chair. (Foto: Istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, menegaskan bahwa pembenahan sektor transportasi harus menjadi prioritas utama sebelum membicarakan program strategis lain seperti ketahanan pangan dan pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Organda NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (29/4).

"Jangan bicara ketahanan pangan atau pariwisata unggulan jika layanan transportasinya masih belum tertata dengan baik. Semua sektor ini butuh dukungan sistem transportasi yang kuat dan aman," tegas Abul Chair.

Transportasi Jadi Tulang Punggung Pembangunan NTB

Sekda menilai, sistem transportasi yang belum optimal akan berdampak langsung pada distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut, indikator ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kelancaran distribusi.

Data tambahan menunjukkan, berdasarkan tren nasional, sektor logistik menyumbang hingga 23% biaya distribusi pangan, sehingga daerah dengan transportasi lemah cenderung mengalami disparitas harga lebih tinggi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB mendorong Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk lebih aktif berperan sebagai motor penggerak pembenahan transportasi.

Organda Diminta Lebih Aktif dan Inovatif

Abul Chair menekankan bahwa Organda tidak boleh sekadar menjadi organisasi formal, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata di lapangan.

Di tengah perkembangan teknologi, ia juga mengajak para pelaku usaha transportasi untuk beradaptasi dengan sistem digital, termasuk pemanfaatan aplikasi dan sistem manajemen armada modern.

Masalah Regulasi dan Pajak Jadi Sorotan

Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum, menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari belum adanya regulasi kendaraan modifikasi seperti odong-odong hingga tingginya beban pajak kendaraan.

"Kami berharap pemerintah segera membuat payung hukum untuk odong-odong. Jangan sampai masalahnya berlarut-larut seperti transportasi online (Grab/Gojek) di masa lalu," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kenaikan pajak opsen dari 9 persen menjadi 12 persen berdampak signifikan terhadap minat pembelian kendaraan di NTB.

Data lapangan menunjukkan, selisih harga kendaraan di NTB dibanding daerah lain bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp70 juta, sehingga banyak masyarakat memilih membeli kendaraan di luar daerah. Hal ini berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengawasan Transportasi Diperkuat Teknologi

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub NTB, Khaerus Sobri, menjelaskan berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan bersama Organda.

Beberapa program strategis yang sudah berjalan antara lain:

Sinkronisasi data armada transportasi

Pengawasan angkutan saat mudik melalui ramp check

Penertiban operasional angkutan liar

Ke depan, seluruh armada akan dilengkapi stiker trayek berbasis barcode dan Kartu Pengawasan Elektronik (KPE).

"Stiker ini akan memuat barcode yang jika dipindai akan menampilkan seluruh karakteristik kendaraan, status perizinan, hingga hasil uji KIR," jelas Sobri.

Langkah ini menjadi bagian dari konsep “NTB Connected”, yang bertujuan mengintegrasikan konektivitas antarwilayah, terutama menuju destinasi wisata unggulan.

Dukung NTB sebagai Destinasi Wisata Dunia

Pembenahan transportasi dinilai sangat penting untuk mendukung target NTB sebagai destinasi wisata global. Tanpa sistem transportasi yang baik, akses menuju kawasan wisata seperti Mandalika, Sumbawa, hingga desa wisata akan terhambat.

Sektor pariwisata NTB menyumbang lebih dari 30% pergerakan ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga konektivitas menjadi faktor krusial.

Dishub NTB pun berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan pengurus Organda terpilih guna merumuskan strategi jangka panjang.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut