Korban Hilang di Air Terjun Tiu Bombong KLU Ditemukan Meninggal, Evakuasi Terkendala Medan Curam
Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa sebelum proses evakuasi dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan prosedur pengamanan lokasi dan identifikasi korban oleh pihak kepolisian.
“Setelah korban ditemukan, kami langsung melakukan pengamanan lokasi serta proses penanganan jenazah, termasuk identifikasi sebelum dievakuasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses persiapan evakuasi membutuhkan waktu karena akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau. Tim harus menggunakan jalur darat yang terjal serta licin untuk membawa jenazah menuju titik penjemputan ambulans.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 08.15 Wita. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk memastikan proses pengangkutan berjalan aman di tengah kondisi medan yang berisiko tinggi.
Proses tersebut berlangsung cukup berat dan memakan waktu hampir satu jam. Tim harus melewati jalur sempit di antara tebing dan bebatuan sebelum akhirnya berhasil mencapai titik aman.
Sekitar pukul 09.50 Wita, jenazah tiba di lokasi ambulans. Selanjutnya korban langsung dipindahkan untuk dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Empat menit kemudian, tepat pukul 09.54 Wita, jenazah diberangkatkan menuju Puskesmas Santong guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah segera diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi air terjun yang memiliki risiko tinggi. Selain itu, koordinasi cepat antara warga, aparat, dan tim SAR dinilai sangat penting dalam penanganan situasi darurat seperti ini.
Air Terjun Tiu Bombong sendiri merupakan salah satu destinasi alam yang cukup dikenal di wilayah Kayangan, Lombok Utara. Namun keindahan alamnya juga menyimpan potensi bahaya jika pengunjung tidak memperhatikan faktor keselamatan.
Editor : Purnawarman