Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Kuno Bayan Beleq, Jejak Awal Islam di Lombok Utara
Advertisement . Scroll to see content

Korban Hilang di Air Terjun Tiu Bombong KLU Ditemukan Meninggal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

Selasa, 21 April 2026 | 23:55 WIB
  • author Anggi Setiawati
Korban Hilang di Air Terjun Tiu Bombong KLU Ditemukan Meninggal, Evakuasi Terkendala Medan Curam
Korban hilang di Air Terjun Tiu Bombong, Lombok Utara, ditemukan meninggal. (Foto: Tangkapan Layar)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Upaya pencarian terhadap Lalu Rozi Herliawan Hendri, warga Dusun Sepkak, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi (21/4/2026).

Korban ditemukan setelah tim gabungan bersama warga melakukan pencarian intensif sejak malam hingga dini hari. Sekitar pukul 06.30 Wita, tiga warga setempat yang lebih dahulu turun ke lokasi melihat jasad korban mengapung tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan kepada tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Bangsal, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar yang sejak awal ikut membantu proses pencarian.

Kapolsek Kayangan, Iptu Zainuddin, membenarkan adanya penemuan jasad korban di sekitar area air terjun.

Menurutnya, setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan area sekaligus menyiapkan proses evakuasi.

Kawasan Air Terjun Tiu Bombong sendiri dikenal memiliki kontur medan yang cukup ekstrem dengan tebing curam, bebatuan licin, serta arus air yang cukup deras, terutama saat musim hujan. Kondisi ini membuat proses pencarian dan evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa sebelum proses evakuasi dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan prosedur pengamanan lokasi dan identifikasi korban oleh pihak kepolisian.

“Setelah korban ditemukan, kami langsung melakukan pengamanan lokasi serta proses penanganan jenazah, termasuk identifikasi sebelum dievakuasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses persiapan evakuasi membutuhkan waktu karena akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau. Tim harus menggunakan jalur darat yang terjal serta licin untuk membawa jenazah menuju titik penjemputan ambulans.

Evakuasi dimulai sekitar pukul 08.15 Wita. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk memastikan proses pengangkutan berjalan aman di tengah kondisi medan yang berisiko tinggi.

Proses tersebut berlangsung cukup berat dan memakan waktu hampir satu jam. Tim harus melewati jalur sempit di antara tebing dan bebatuan sebelum akhirnya berhasil mencapai titik aman.

Sekitar pukul 09.50 Wita, jenazah tiba di lokasi ambulans. Selanjutnya korban langsung dipindahkan untuk dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Empat menit kemudian, tepat pukul 09.54 Wita, jenazah diberangkatkan menuju Puskesmas Santong guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah segera diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi air terjun yang memiliki risiko tinggi. Selain itu, koordinasi cepat antara warga, aparat, dan tim SAR dinilai sangat penting dalam penanganan situasi darurat seperti ini.

Air Terjun Tiu Bombong sendiri merupakan salah satu destinasi alam yang cukup dikenal di wilayah Kayangan, Lombok Utara. Namun keindahan alamnya juga menyimpan potensi bahaya jika pengunjung tidak memperhatikan faktor keselamatan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut