Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Mulai 18 April 2026
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini disebut sejalan dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah hanya mengatur langsung harga BBM subsidi, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar.
“Saya sampaikan, pemerintah itu kan mengatur secara langsung itu adalah BBM subsidi. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM nonsubsidi itu kan berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurut Bahlil, harga minyak mentah dunia saat ini sudah menyentuh angka 100 dolar Amerika Serikat per barel, sehingga penyesuaian harga BBM nonsubsidi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.
Kondisi geopolitik global, ketegangan di kawasan Timur Tengah, hingga kebijakan produksi negara-negara OPEC turut memengaruhi lonjakan harga minyak internasional. Dampaknya langsung terasa pada sektor energi nasional, termasuk penyesuaian harga BBM.
Pengamat energi menilai, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi berdampak pada biaya distribusi barang dan jasa, terutama pada sektor transportasi, logistik, dan industri.
Namun demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat menengah ke bawah.
Dengan perubahan ini, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi energi secara lebih efisien, sembari menunggu perkembangan harga minyak global ke depan.
Editor : Purnawarman