Gelombang Serangan ke-95, Rudal Canggih Iran Guncang Israel dengan Ledakan Besar
Rudal-rudal ini dikenal memiliki jangkauan menengah hingga jauh, serta kemampuan manuver tinggi yang menyulitkan sistem pertahanan untuk mencegat secara sempurna.
Tak hanya menyasar wilayah Israel, IRGC menyebut bahwa target operasi juga mencakup sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Beberapa target yang disebutkan antara lain:
Baterai HIMARS di Pulau Bubiyan, Kuwait
Sistem pertahanan udara Patriot di wilayah utara Bahrain
Langkah ini menunjukkan potensi meluasnya konflik ke tingkat regional, melibatkan lebih banyak negara di kawasan Teluk.
Di sisi lain, Israel terus mengandalkan sistem pertahanan udara Iron Dome untuk menangkal serangan rudal yang masuk. Meski demikian, beberapa laporan menyebutkan bahwa tidak semua serangan berhasil dicegat.
Sejumlah rudal dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi.
Serangan Iran disebut sebagai bentuk balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas strategis dan infrastruktur penting di wilayah Iran.
Serangan balasan ini dilakukan secara bertahap menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua pihak. Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Jika tidak segera dikendalikan, konflik Iran-Israel berpotensi memicu instabilitas global, termasuk gangguan jalur energi dan keamanan internasional.
Editor : Purnawarman