get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Klaim Menang atas AS, Gencatan Senjata 2 Pekan Disepakati

Iran Sebut AS Mencapai Zaman Batu Lebih Cepat, Balas Ultimatum AS soal Selat Hormuz

Senin, 06 April 2026 | 09:50 WIB
header img
Perang Kata Trump-Iran Memanas, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia. (Foto: Istimewa)

Konflik Memuncak di Selat Hormuz

Perang kata-kata ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Penutupan jalur ini berdampak besar terhadap stabilitas energi global.

Situasi semakin kompleks setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, yang memicu eskalasi militer dan membuat jalur pelayaran tersebut terganggu.

Ancaman Militer dan Klaim Kontroversial

Trump sebelumnya menyatakan masih ada peluang tercapainya kesepakatan diplomatik, namun tetap menyelipkan ancaman keras jika Iran tidak segera bertindak.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan dengan cepat, saya mempertimbangkan untuk meledakkan semuanya dan mengambil alih minyak," katanya.

Ia juga mengklaim keterlibatan AS dalam memasok senjata kepada kelompok demonstran saat terjadi kerusuhan di Iran.

"Dan saya pikir Kurdi mengambil senjata-senjata itu,".

Selain itu, Trump mengumumkan rencana konferensi pers di Oval Office terkait operasi penyelamatan dua pilot jet tempur F-15E milik AS. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Iran yang menyebut salah satu upaya penyelamatan gagal.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan sangat krusial bagi distribusi minyak global.

Ketegangan AS-Iran sering berdampak langsung pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.

Retorika keras di media sosial oleh pemimpin dunia dinilai meningkatkan risiko konflik terbuka.

Pengamat geopolitik menilai situasi ini berpotensi memicu krisis energi global jika tidak segera mereda.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut