get app
inews
Aa Text
Read Next : ASN NTB Mulai WFH, Kinerja Tetap Wajib Terukur

2026 Fiskal NTB Dinilai Bebas Utang tapi Masih Ada Defisit, PAD Belum Maksimal

Jum'at, 03 April 2026 | 14:37 WIB
header img
Peneliti Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto. (Foto: Istimewa)

Ia juga menambahkan bahwa masih adanya potensi kewajiban dari entitas seperti BUMD perlu menjadi perhatian serius.

“Utang BUMD sering kali menjadi _contingent liabilities_ bagi pemerintah daerah. Jika tidak dikelola dengan baik, ini bisa kembali menjadi beban fiskal di masa depan,” tegasnya.

Secara umum, kondisi fiskal NTB saat ini bisa dikategorikan baik, dari tekanan utang menuju stabilitas fiskal.

Namun, untuk menjaga keberlanjutan tersebut, pemerintah daerah perlu memperkuat basis pendapatan, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

Ke depan, tantangan utama NTB bukan lagi sekadar melunasi utang, melainkan membangun kemandirian fiskal. Tanpa penguatan sumber pendapatan yang berkelanjutan, risiko munculnya kembali defisit dan tekanan fiskal tetap terbuka.

Oleh karena itu, konsolidasi fiskal yang telah dilakukan harus diikuti dengan reformasi struktural, terutama dalam optimalisasi PAD dan penguatan sektor-sektor produktif daerah.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut