IRGC Sebut Pusat Komando AS di UEA Berhasil Dihancurkan
TEHERAN, iNewsLombok.id – Militer Iran dilaporkan memperluas serangan ke sejumlah lokasi strategis yang terkait dengan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Target serangan tidak hanya mencakup pangkalan militer, tetapi juga berbagai fasilitas yang diduga menjadi bagian dari kepentingan AS di wilayah tersebut, termasuk di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menghancurkan salah satu pusat komando militer AS yang dirahasiakan.
"Militer Iran berhasil menghancurkan pusat komando AS yang tersembunyi di luar pangkalan Al Minhad, di salah satu kota UEA," bunyi pernyataan IRGC, dikutip dari Sputnik, Selasa (31/3/2026).
IRGC menyebut bahwa saat serangan berlangsung, terdapat lebih dari 200 personel militer AS, termasuk komandan dan perwira menengah, yang berada di lokasi tersebut. Klaim ini belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak AS.
Selain di UEA, Iran juga melancarkan serangan ke wilayah Bahrain, tepatnya pada fasilitas yang berkaitan dengan United States Fifth Fleet. Target yang disasar disebut sebagai lokasi pertemuan para perwira militer AS di luar garnisun utama.
Serangan ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, tidak hanya terbatas pada wilayah konflik tradisional, tetapi juga menjangkau negara-negara Teluk yang selama ini menjadi basis strategis militer AS.
Langkah Iran ini disebut sebagai bentuk balasan atas operasi militer gabungan yang terjadi pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, ketegangan antara Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat terus meningkat.
Selain menyasar instalasi militer, Iran juga dilaporkan menargetkan fasilitas sipil tertentu yang digunakan oleh personel militer AS, termasuk hotel-hotel di kawasan Teluk.
Dalam perkembangan terbaru, sejumlah personel militer AS dilaporkan telah meninggalkan pangkalan dan berpindah ke lokasi lain, termasuk hotel, untuk menghindari potensi serangan lanjutan.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko, mengingat ancaman serangan drone dan rudal dari Iran semakin intens dalam beberapa waktu terakhir.
Pangkalan Al Minhad di UEA merupakan salah satu fasilitas militer penting yang sering digunakan oleh pasukan sekutu, termasuk AS, dalam operasi di Timur Tengah.
Armada Kelima AS yang bermarkas di Bahrain memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran di Teluk Persia.
Eskalasi konflik ini berpotensi berdampak pada stabilitas energi global, mengingat kawasan Teluk adalah pusat produksi minyak dunia.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS terkait klaim kerusakan atau korban akibat serangan tersebut.
Analis militer memperingatkan bahwa konflik terbuka di kawasan ini dapat memicu ketegangan lebih luas, termasuk gangguan terhadap jalur perdagangan internasional.
Editor : Purnawarman