get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Gejolak Timur Tengah Picu Tekanan Pasar

BREAKING NEWS Pemerintah Siapkan WFA dan Sekolah Online Mulai April 2026 untuk Hemat BBM

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:47 WIB
header img
Work From Anywhere (WFA) ASN dan Pelajar April 2026. (Foto: ilustrasi)

Ia menekankan bahwa langkah penghematan energi tidak boleh mengganggu kualitas layanan publik maupun proses pembelajaran di sektor pendidikan.

Lima Strategi Utama Penghematan Energi

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian, pemerintah menyepakati lima strategi utama penghematan energi nasional, antara lain:

Penerapan Work From Anywhere (WFA) atau kerja fleksibel bagi ASN.

Pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas pekerjaan.

Pembatasan mobilitas perjalanan dinas pemerintah.

Penghematan energi pada operasional gedung perkantoran.

Penyesuaian metode pembelajaran sekolah antara daring dan luring.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar dari sektor transportasi dan operasional perkantoran pemerintah.

Sekolah Bisa Daring, Praktikum Tetap Tatap Muka

Pemerintah juga mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring untuk beberapa mata pelajaran apabila kebijakan efisiensi energi mulai diterapkan.

Namun, kegiatan pendidikan yang membutuhkan praktik langsung tetap akan dilakukan secara tatap muka.

Hal ini bertujuan menjaga kualitas proses pembelajaran sekaligus menyesuaikan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.

Isu Strategis Masih Dibahas

Selain pengaturan kerja dan pendidikan, rapat tersebut juga mencatat beberapa isu penting yang masih memerlukan pembahasan lanjutan.

Di antaranya terkait penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika terjadi perubahan pola kehadiran siswa di sekolah, serta kemungkinan skema pembiayaan baru untuk membantu akses internet bagi pelajar jika pembelajaran daring diterapkan secara luas.

Laporan Akan Disampaikan kepada Presiden

Hasil rapat koordinasi lintas kementerian ini nantinya akan dirumuskan dalam laporan resmi kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tegas Pratikno.

Laporan tersebut akan memuat analisis konsumsi energi di sektor pembangunan manusia dan kebudayaan, sekaligus rekomendasi kebijakan penghematan energi yang akan diterapkan oleh kementerian dan lembaga terkait.

Kebijakan WFA sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Skema kerja fleksibel ini pernah diterapkan secara luas selama pandemi Covid-19 pada 2020–2022 dan terbukti mampu menekan mobilitas masyarakat hingga lebih dari 40 persen di sejumlah kota besar.

Jika kembali diterapkan pada 2026, kebijakan ini diperkirakan dapat:

Mengurangi konsumsi BBM sektor transportasi perkotaan

Mengurangi kemacetan di kota besar

Mendorong percepatan digitalisasi layanan pemerintahan

Menghemat biaya operasional gedung perkantoran pemerintah

Pemerintah menargetkan kebijakan ini dapat berjalan tanpa mengurangi produktivitas kerja maupun kualitas layanan publik.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut