Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran Makin Dekat, Majelis Pakar Hampir Sepakat
Sebagian anggota menginginkan keputusan diumumkan melalui pertemuan tatap muka resmi, sementara yang lain menilai keputusan dapat diambil tanpa harus melalui pertemuan formal.
Beberapa ulama diketahui telah melakukan konsultasi secara daring sebelum rapat resmi digelar.
Sejumlah ulama garis keras di Iran mendesak agar pemimpin tertinggi baru segera ditunjuk untuk menjaga stabilitas negara setelah kematian Khamenei.
Ayatollah Agung Naser Makarem Shirazi menilai percepatan penunjukan pemimpin baru penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif.
Ia mengatakan penunjukan tersebut diperlukan dengan cepat untuk:
“Membantu mengatur urusan negara dengan lebih baik,”.
Selain itu, Ayatollah Agung Hossein Nouri Hamedani juga menyerukan kepada anggota Majelis Pakar agar mempercepat proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru.
Sementara proses suksesi berlangsung, Iran saat ini dipimpin oleh dewan sementara beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden, seorang ulama senior, dan kepala peradilan.
Dewan ini menjalankan fungsi pemimpin tertinggi secara sementara hingga Majelis Pakar menetapkan pengganti definitif.
Sesuai konstitusi Iran, pemimpin tertinggi harus dipilih dalam waktu maksimal tiga bulan setelah jabatan tersebut kosong.
Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, dilaporkan tewas dalam serangan militer AS dan Israel di Teheran pada 28 Februari.
Kematian tokoh berpengaruh tersebut memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta meningkatkan tekanan terhadap struktur kepemimpinan Iran untuk segera menentukan pengganti.
Situasi politik Iran juga memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki peran dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran.
Namun, pernyataan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah Iran yang menegaskan bahwa proses suksesi merupakan urusan internal negara.
Anggota Majelis Pakar lainnya, Hojjatoleslam Jafari, menyampaikan harapannya agar proses suksesi segera selesai sehingga masyarakat Iran mendapatkan kepastian politik.
“Penundaan dalam pemilihan pemimpin ketiga ini pahit dan tidak diinginkan oleh semua orang, dan tidak ada alternatif lain, jadi kita tidak boleh memiliki pikiran buruk tentang perwakilan kita pada saat yang sulit ini,” katanya.
Dalam sistem politik Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan posisi tertinggi dalam struktur negara. Jabatan ini memiliki kewenangan luas, termasuk mengendalikan kebijakan militer, keamanan nasional, peradilan, dan arah politik negara.
Karena itu, keputusan Majelis Pakar untuk menentukan pengganti Khamenei akan menjadi momen penting bagi masa depan politik Iran, sekaligus mempengaruhi dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.
Editor : Purnawarman