Situasi Timur Tengah Memanas, 1.372 Jamaah Umroh dan 155 PMI Asal NTB Dipastikan Aman
LOMBOK, iNewsLombok.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memunculkan kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk keluarga warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di luar negeri. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB memastikan seluruh warganya yang berada di kawasan tersebut dalam kondisi aman.
Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqon, serta laporan resmi dari kementerian terkait.
Berdasarkan data resmi dari laman CNC.BP2MI.go.id milik Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tercatat sebanyak 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB bekerja di kawasan Timur Tengah.
Rinciannya sebagai berikut:
144 orang di Arab Saudi
10 orang di Uni Emirat Arab
1 orang di Kuwait
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 86 laki-laki dan 69 perempuan. Lombok Tengah menjadi daerah asal terbanyak dengan 47 PMI, disusul Sumbawa (32), Lombok Timur (31), Lombok Barat (21), dan Kota Mataram (18). Selebihnya berasal dari Dompu, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Bima.
Mayoritas PMI bekerja di sektor jasa personal dan domestik. Sebagian lainnya berada di sektor akomodasi, penyediaan makan minum, layanan kesehatan dan sosial, pertambangan, industri pengolahan, hingga konstruksi.
Editor : Purnawarman