MBG Tak Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
LOMBOK, iNewsLombok.id - Pemerintah terus mengintensifkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pemenuhan gizi sejak usia dini. Asupan gizi yang seimbang dinilai berperan penting dalam menunjang pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Salah satu program unggulan yang saat ini terus diperluas adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Utara, implementasi program ini semakin digencarkan agar menjangkau lebih banyak kelompok penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional menggelar sosialisasi MBG di Kantor Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara,l. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Camat Tanjung Masjudin Ashari, serta Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Teguh Supangardi.
Dalam kesempatan tersebut, Muazzim Akbar menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi berkualitas untuk masa depan Indonesia.
Menurutnya, program ini diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses gizi.
“Pemimpin kita, Presiden Prabowo menjadikan MBG sebagai program prioritas bukan karena tujuan politis, tetapi benar-benar ikhlas untuk menciptakan negara yang kuat, berdaulat, sejahtera, dan terpandang di mata internasional. Dan semua itu dimulai dari peningkatan kualitas manusia, yang harus dimulai dari peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa,” ujar Muazzim Akbar.
Muazzim menjelaskan bahwa kebiasaan konsumsi makanan sehari-hari sangat memengaruhi struktur dan perkembangan otak manusia. Oleh karena itu, Prabowo Subianto menempatkan MBG sebagai salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas hidup jutaan rakyat Indonesia.
“Tujuan besar dari Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional yakni untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia secara umum, dan secara khusus anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, dalam rangka menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Ia menilai, visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa peningkatan kualitas kecerdasan generasi muda. Kecerdasan tersebut sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan kesehatan tubuh yang dibentuk sejak usia sekolah melalui pemenuhan gizi seimbang.
Selain berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, Muazzim juga menyoroti manfaat ekonomi dari program MBG. Program ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal karena bahan pangan yang digunakan berasal dari petani, nelayan, dan pelaku usaha setempat.
Bahan makanan seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, ayam, telur, hingga daging diutamakan berasal dari produk lokal. Dengan demikian, MBG tidak hanya memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.
Badan Gizi Nasional menargetkan program MBG dapat menjangkau jutaan penerima manfaat secara bertahap di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan gizi tinggi.
Ke depan, pemerintah juga akan melibatkan sekolah, puskesmas, serta kader kesehatan sebagai mitra pelaksana untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran, higienis, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Editor : Purnawarman