Barcelona Libas FC Copenhagen 4-1, Lolos Otomatis ke 16 Besar Liga Champions
Kekalahan Real Madrid membuat mereka harus menjalani laga play-off melawan Benfica atau wakil Norwegia, Bodo/Glimt. Sementara itu, Barcelona bisa menunggu hasil undian 16 besar dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap.
Penampilan gemilang Lamine Yamal diganjar penghargaan Man of the Match dari UEFA. Pemain muda berusia 18 tahun itu mengaku puas dengan performa timnya, meski Copenhagen sempat memberikan perlawanan ketat.
“Kami semua memikirkan target finis delapan besar dan dia sangat senang dengan kemenangan ini. Mereka kuat di depan gawang, tapi dia senang bisa membalikkan keadaan,” ujar Lamine Yamal dikutip dari Football Espana.
Yamal juga mengungkapkan perasaan pribadinya saat tampil di Liga Champions, yang menurutnya memberikan ruang lebih besar untuk mengekspresikan kemampuan.
“Di Liga Champions dia merasa lebih bebas, lebih bahagia, dan sangat senang. Situasinya sering satu lawan satu atau satu lawan dua, berbeda dengan pertandingan di sini. Saat dia bisa memberi keuntungan untuk tim, dia merasa senang,” katanya.
Secara statistik, Barcelona tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola mencapai lebih dari 65 persen dan menciptakan belasan peluang ke gawang Copenhagen.
Empat gol Blaugrana dicetak oleh kombinasi pemain muda dan senior, menunjukkan kedalaman skuad yang semakin solid di bawah arahan pelatih.
Keberhasilan lolos langsung ke 16 besar memberi keuntungan besar bagi Barcelona. Mereka memiliki waktu pemulihan hampir dua pekan lebih panjang dibanding tim-tim yang harus melewati play-off. Kondisi ini sangat krusial mengingat padatnya jadwal di La Liga dan Copa del Rey.
Barcelona kini mengusung ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjuarai Liga Champions pada musim 2014/2015. Dengan performa konsisten dan munculnya talenta seperti Lamine Yamal, peluang Blaugrana untuk melangkah jauh di Eropa musim ini dinilai semakin terbuka.
Editor : Purnawarman