Desa Kaya Sayur tapi Anak Sulit Makan Hijauan? Ini Solusi Kreatif Mahasiswa KKN UNRAM
LOMBOK, iNewsLombok.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) melaksanakan kegiatan sosialisasi pola makan sehat dan bergizi kepada anak-anak di Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN UNRAM yang bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, khususnya sayuran, dalam kehidupan sehari-hari.
Rendahnya minat anak-anak dalam mengonsumsi sayuran menjadi alasan utama dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Padahal, Desa Lingsar dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil berbagai jenis sayuran dengan hasil pertanian yang melimpah.
Selain itu, sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan di sekolah, sebagai salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas gizi anak.
“Ini merupakan satu kegiatan agar semangat anak-anak mengkonsumsi makanan yang sehat dan menghindari makanan yng kurang sehat, di tengah banyak anak-anak yg tdk makan sayur, jadi semoga anak-anak bisa lebih suka makan makanan yang bergizi dan sayur,” jelas Ketua KKN UNRAM Desa Lingsar, Maulana, Kamis (29/1/2026).
Ia berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak tidak lagi memilih-milih makanan, khususnya sayuran yang sering tersisa saat program MBG dibagikan di sekolah.
“Semoga juga agar makanan MBG yang di bagikan di sekolah, sayurannya dapat di konsumsi habis oleh anak-anak sehingga dapat memenuhi gizi sehari-hari anak-anak dan anak-anak dapat terhindar dari beragam penyakit pertumbuhan seperti stunting,” lanjutnya.
Sosialisasi makan sehat dan bergizi ini dilaksanakan di SDN 1 Lingsar pada 24 Januari, dan diikuti oleh seluruh siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi interaktif tentang konsep gizi seimbang, manfaat sayur dan buah, serta dampak buruk konsumsi makanan instan dan jajanan tidak sehat.
Sebagai tambahan, mahasiswa juga mengajak anak-anak untuk mempraktikkan langsung pola makan sehat melalui permainan edukatif, kuis seputar gizi, serta contoh menu sederhana yang mudah diterapkan di rumah.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran keluarga agar lebih memperhatikan asupan gizi anak, sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting di masa depan.
Editor : Purnawarman