get app
inews
Aa Text
Read Next : BREAKING NEWS Setelah Ketua Fraksi, Hari Ini 16 Anggota DPRD NTB Diperiksa Terkait Pokir Sejak Pagi

Banjir Terus Mengintai, Legislator NTB Mulai Gerakan Tanam Kemiri Pulihkan Hutan Kritis Bima

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:42 WIB
header img
Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah. ist

BIMA, iNewsLombok.id - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhamad Aminurlah atau yang akrab disapa Aji Maman, mendorong gerakan penanaman bibit pohon kemiri secara berkelanjutan sebagai langkah konkret memulihkan hutan kritis dan menekan risiko banjir yang kerap melanda Pulau Sumbawa setiap tahun.

Aji Maman menegaskan bahwa gerakan penanaman kemiri tidak boleh menunggu musim kemarau. Menurutnya, upaya pemulihan hutan harus segera dilakukan agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Gerakan ini harus dimulai sekarang. Kemarin sudah dialokasikan 19 ribu bibit kemiri untuk sejumlah wilayah di Bima, termasuk Parado, Labitu, dan Wawo,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Selasa (20/01/2026).

Legislator asal Bima tersebut menilai, kerusakan hutan di kawasan pegunungan dan daerah aliran sungai (DAS) menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan longsor. Menurutnya, hutan kemiri yang dahulu menjadi penyangga ekologis kini banyak berubah menjadi lahan gundul akibat pembalakan liar dan alih fungsi lahan.

“Mengembalikan fungsi hutan kemiri di setiap kawasan gundul adalah keharusan. Ini bukan sekadar menjaga ekologi, tapi juga masa depan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Selain memiliki fungsi ekologis yang kuat dalam menyerap air dan menahan erosi, pohon kemiri juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Biji kemiri dapat diolah menjadi berbagai produk turunan dan memiliki potensi sebagai komoditas unggulan, baik untuk pasar nasional maupun ekspor.

Dalam sejumlah kunjungan lapangan ke desa-desa di Kabupaten Bima, Aji Maman mengaku menemukan pembabatan hutan yang telah mencapai sekitar 800 hektare. Ia menilai kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani secara serius.

“Saya turun langsung ke gunung dan melihat sungai-sungai kita. Pembabatan hutan makin meluas, dan kalau dibiarkan, bencana akan terus datang,” ungkapnya.

Untuk itu, Aji Maman mendorong agar distribusi bibit kemiri dilakukan secara berkala dan merata ke desa-desa rawan bencana. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat agar program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Kita jaga alam, tapi juga dapat nilai tambah ekonomi dari hasilnya. Ini bisa jadi simbol kebangkitan ekologi sekaligus ekonomi masyarakat Bima,” katanya.

Sebagai tambahan, Aji Maman menilai gerakan tanam kemiri sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau yang kini menjadi perhatian nasional. Ia berharap ke depan program ini dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, kelompok tani hutan, serta dukungan anggaran dari pusat agar hasilnya lebih optimal.

Melalui inisiatif tersebut, Aji Maman berharap kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga hutan terus meningkat, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis kelestarian lingkungan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut