get app
inews
Aa Text
Read Next : Mandi di Lubang Jalan, Cara Kepala Desa Bonder Suarakan Keluhan Warga

Oknum Tuan Guru di Lombok Tengah Diduga Paksa Santriwati Sumpah Nyatoq, BKBH Unram Turun Tangan

Rabu, 14 Januari 2026 | 21:40 WIB
header img
Foto ilustrasi Pencabulan.

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kasus dugaan kekerasan psikologis terhadap santriwati mencuat di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Seorang oknum tuan guru yang juga pimpinan ponpes diduga memaksa para santriwatinya menjalani sumpah adat “Nyatoq” menyusul beredarnya rumor dugaan pelecehan seksual di lingkungan pesantren.

Sumpah Nyatoq merupakan tradisi masyarakat Lombok yang biasa dilakukan ketika seseorang dituduh melakukan perbuatan tercela. Dalam praktiknya, orang yang bersumpah diyakini akan menerima konsekuensi berat, bahkan kematian, apabila tuduhan tersebut benar. Tradisi ini kerap disamakan dengan sumpah pocong dalam konteks budaya lainnya.

Dalam kasus ini, para santriwati dituding telah memfitnah oknum tuan guru dengan menyebarkan tuduhan pelecehan seksual, baik terhadap santriwati maupun ustazah di ponpes tersebut. Atas tudingan itu, para santri disebut mendapat tekanan untuk melakukan sumpah Nyatoq sebagai bentuk pembuktian.

Merasa terancam dan mengalami tekanan mental, sejumlah santriwati akhirnya mendatangi Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) untuk meminta perlindungan hukum.

Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi, membenarkan adanya permohonan pendampingan dari para santriwati tersebut.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut