Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : APBD Perubahan NTB 2026: Belanja Naik Lebih Cepat, Tantangan Fiskal Semakin Besar
Advertisement . Scroll to see content

Tim Tanggap Darurat PT AMMAN: Garda Terdepan Keselamatan Tambang hingga Misi Kemanusiaan Nasional

Rabu, 11 Juni 2025 | 07:30 WIB
  • author Purnawarman
Tim Tanggap Darurat PT AMMAN: Garda Terdepan Keselamatan Tambang hingga Misi Kemanusiaan Nasional
Tim Tanggap Darurat PT AMMAN: Garda Terdepan Keselamatan Tambang hingga Misi Kemanusiaan Nasional. ist

Dengan sistem kerja tiga shift dan dukungan dari delapan pos pemadam (fire station) yang tersebar di area tambang Batu Hijau, tim ini memastikan setiap insiden bisa direspons dalam waktu singkat.

Dari Site Tambang Menuju Aksi Kemanusiaan Nasional

Dedikasi tim FES tidak berhenti di lingkungan kerja AMMAN. Ketika bencana melanda, mereka turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan—baik di wilayah NTB maupun lintas provinsi.

Beberapa kontribusi besar mereka antara lain:

Gempa Lombok 2018: Menyelamatkan korban yang terjebak selama dua hari di bawah reruntuhan.

Gempa dan Tsunami Palu 2018: Menjadi bagian dari tim tanggap darurat Kementerian ESDM.

Banjir Bima 2021 dan Gempa Cianjur 2022: Turut menyalurkan bantuan dan tenaga sukarelawan.

Dalam setiap misi kemanusiaan, FES selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, hingga BASARNAS untuk memastikan respons yang cepat dan terorganisir.

“Kami pastikan bahwa setiap penanganan bencana dilakukan secara efektif dan efisien, berkoordinasi penuh dengan lembaga pemerintah terkait,” terangnya.

AMMAN baru saja mengadakan pelatihan gabungan FES dengan tim penyelamat dari beberapa perusahaan tambang nasional lainnya pada Mei 2025 untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Inisiatif baru berupa AMMAN Safety Innovation Challenge sedang digulirkan untuk menampung ide-ide inovatif dari karyawan tentang sistem keselamatan dan penanggulangan darurat berbasis teknologi.

FES kini juga mulai mengembangkan sistem monitoring digital berbasis IoT untuk memantau potensi risiko kebakaran dan gas berbahaya di bawah tanah secara real-time.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut