Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : IPM NTB 2025 Naik Jadi 73,97, Akademisi: Jangan Terburu-buru Klaim Keberhasilan Iqbal-Dinda
Advertisement . Scroll to see content

Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Solusi Ekonom untuk Pemulihan Ekonomi

Minggu, 16 Maret 2025 | 11:51 WIB
  • author Purnawarman
Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Solusi Ekonom untuk Pemulihan Ekonomi
Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Solusi Ekonom untuk Pemulihan Ekonomi. (Foto: Dok Pribadi)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Di tengah menurunnya daya beli masyarakat Indonesia, para ekonom mengusulkan berbagai strategi alternatif untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah-langkah ini dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan program diskon.

Edo Segara Gustanto, Peneliti Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, mengatakan bahwa beberapa kebijakan dapat diterapkan, termasuk insentif pajak, peningkatan pendapatan masyarakat, serta stabilisasi harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah dapat mempertimbangkan pengurangan PPN untuk barang kebutuhan pokok atau insentif PPh bagi masyarakat berpenghasilan rendah guna meningkatkan daya beli,” ujar Edo, Minggu (16/3/2025).

Edo menyarankan pengurangan pajak serta pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang lebih tepat sasaran untuk membantu kelompok masyarakat rentan.

Menurut Edo, mendorong pertumbuhan UMKM dan industri padat karya sangat penting agar masyarakat memiliki pendapatan stabil yang dapat meningkatkan konsumsi.

Sektor keuangan juga diharapkan berperan dengan menurunkan suku bunga kredit dan memberikan relaksasi pembiayaan agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berbelanja.

Pemerintah didorong untuk melakukan operasi pasar dan memastikan rantai distribusi berjalan efisien guna mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.

Dengan berbagai strategi ini, diharapkan daya beli masyarakat bisa kembali meningkat secara berkelanjutan, tanpa hanya bergantung pada program diskon yang bersifat sementara.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut