Skenario Kericuhan hingga Ancaman Bom
Dalam simulasi tersebut, personel diuji menghadapi berbagai kondisi, mulai dari situasi normal hingga keadaan kontinjensi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Skenario yang diperagakan antara lain pemeriksaan penonton, pengamanan tamu VVIP, penanganan kepadatan massa, gangguan keamanan dan ketertiban, kondisi darurat, evakuasi, hingga aksi unjuk rasa.
Personel juga memperagakan penanganan massa yang melakukan aksi anarkis di kawasan Mandalika. Situasi yang sempat dibuat ricuh kemudian dikendalikan petugas hingga sejumlah pelaku yang dianggap melakukan tindakan anarkis diamankan.
Tidak hanya kericuhan, simulasi juga menguji respons terhadap ancaman teror berupa ledakan bom. Petugas memperagakan langkah pengamanan lokasi dan penanganan terhadap pelaku teror.
Skenario lain yang turut diuji adalah ancaman senjata tajam dan kebakaran lahan di sekitar kawasan sirkuit.
908 Personel Ikuti Simulasi
Dalam pelaksanaan simulasi pada Senin (28/9), sebanyak 908 personel Polri dilibatkan. Mereka didukung 51 kendaraan dan peralatan, termasuk kendaraan operasional pengamanan serta ambulans.
Jumlah tersebut merupakan personel yang mengikuti simulasi, berbeda dengan kekuatan yang disiapkan untuk operasi pengamanan secara keseluruhan.
Untuk pengamanan puncak MotoGP melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026, disiapkan 2.678 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah, dan unsur mitra keamanan masyarakat.
“Pengamanan MotoGP ini kita beri sandi Ops Mandalika Rinjani 2026, di mana operasi ini melibatkan 2.678 personel gabungan, Polri, TNI, pemerintah dan segenap mitra kamtibmas dari elemen masyarakat,” ujar Kalingga.
Pengamanan tersebut dilakukan melalui tiga tahapan operasi. Operasi Kresna Mandalika berlangsung pada 19–27 September 2026 dengan 200 personel.
Selanjutnya, Operasi Cipta Mandalika berlangsung pada 28 September–4 Oktober 2026 dengan 500 personel. Tahap puncak adalah Operasi Mandalika Rinjani pada 5–16 Oktober 2026 dengan 2.678 personel.
Sebelum simulasi utama digelar, peninjauan lokasi telah dilakukan pada Sabtu (26/9), kemudian dilanjutkan gladi kotor dan gladi bersih pada Minggu (27/9).
Target Lebih dari 145 Ribu Penonton
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Lombok Tengah.
ITDC menargetkan lebih dari 145.000 penonton hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Pada 2025, event tersebut tercatat menarik sekitar 140.324 penonton. Persiapan juga mencakup penyediaan 130 bus shuttle di kawasan Mandalika serta dukungan transportasi untuk menghubungkan sejumlah titik dengan bandara dan kawasan sirkuit.
Hingga pertengahan September, penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai sekitar 51 persen. Dua pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3, menjadi salah satu daya tarik bagi penonton domestik.
Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel di Lombok selama pekan balapan pada pertengahan September dilaporkan telah mendekati 100 persen. Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, disiapkan pula alternatif akomodasi berupa official camping ground di kawasan Kuta Beach Park yang mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026. Selain itu, tercatat 66 penerbangan tambahan selama periode event.
Dengan berbagai persiapan tersebut, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, mobilitas, kesehatan, akomodasi, dan pelayanan penonton dapat berjalan beriringan selama MotoGP Mandalika 2026.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
