Dalam perjalanan berikutnya, ia kembali aktif sebagai muazin dan kemudian dipercaya menjadi salah satu muazin Masjidil Haram pada sekitar 1439 Hijriah atau 2018. Rekaman dan arsip jadwal muazin Masjidil Haram juga menunjukkan namanya telah muncul dalam tugas azan sejak periode tersebut.
Pernah Menangis Saat Pertama Kali Azan di Masjidil Haram
Dalam wawancara sebelumnya, Sheikh Ibrahim pernah menceritakan pengalaman emosional ketika pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram.
Ia disebut menangis ketika melihat para jemaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sembari mendengarkan suara azannya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling dikenang dari perjalanan pengabdiannya sebagai muazin.
Dalam wawancara itu, Sheikh Ibrahim juga membahas perbedaan tradisi azan Madinah dan Makkah yang turut memengaruhi gaya lantunan azannya.
Latar belakangnya yang berasal dari Madinah membuatnya lekat dengan tradisi azan kota tersebut. Di sisi lain, perjalanan tugasnya di Makkah membuatnya menjadi bagian dari tradisi azan yang berkembang di Masjidil Haram.
Salah Satu Lantunan Terakhir Sebelum Wafat
Kabar wafat Sheikh Ibrahim menjadi semakin mengharukan karena pada hari yang sama rekaman suaranya masih terdengar dari Masjidil Haram.
Rekaman azan Subuh yang disebut berlangsung pada Senin dini hari kembali dibagikan di berbagai platform setelah kabar wafatnya menyebar. Sejumlah media Arab Saudi juga memberitakan bahwa suara Sheikh Ibrahim selama bertugas di Masjidil Haram kembali dikenang masyarakat melalui rekaman azan dan takbirnya.
Namun, belum ada keterangan resmi yang menyebut secara spesifik penyebab wafat Sheikh Ibrahim. Media Bernama melaporkan hingga berita tersebut diterbitkan belum ada keterangan rinci dari otoritas Saudi mengenai penyebab kematiannya.
Jejak rekaman azan dan takbirnya kini menjadi bagian dari kenangan jemaah terhadap Sheikh Ibrahim Al Madani, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu suara panggilan salat dari Masjidil Haram.
Kabar wafatnya juga mendapat perhatian luas di media sosial. Rekaman suara ketika mengumandangkan azan dan takbir kembali dibagikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya di Masjidil Haram.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
